Jaga Keselamatan ! Jalan Viral Solsel Tembus Dharmasraya Masih Putus

Jalan Viral Solok Selatan tembus ke Dharmasraya masih putus, pengendara wajib berhati-hati dan tidak melewatinya demi keselamatan. dok.kopasnews.com
Jalan Viral Solok Selatan tembus ke Dharmasraya masih putus, pengendara wajib berhati-hati dan tidak melewatinya demi keselamatan. dok.kopasnews.com

Kopasnews.com – Banyak masyarakat yang terkejut dengan kondisi jalan viral di Kabupaten Solok Selatan setelah dibangun oleh Pemerintah Pusat melalui dana Inpres Khusus daerah dengan anggaran Rp31 miliar. Kondisi terkini masih terputus sejak di landa banjir pada malam tahun baru 2024.

“Kami sangat menyayangkan sekali, jalan viral Solsel tembus Dharmasraya ini sudah putus. Tapi tidak dikasih rambu-rambu peringatan oleh pihak terkait, kondisi ini bisa memicu maut bagi pengendara roda dua dan roda empat,” kata Wilson saat ingin berswafo bersama keluarga ke sana tapi jalan putus, ucapnya, Minggu (4/2/2024).

Tidak hanya masyarakat yang mengkritisinya, akan tetapi Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok Selatan Hendrivon juga menyayangkan pihak Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat dan pihak Dinas Pekerjaan Umum Tata Ruang dan Pertanahan (PUTRP) Solok Selatan yang cuek terhadap kondisi jalan tembus Solok Selatan-Dharmasraya tersebut.

Jalan tersebut sempat viral usai di aspal hot mix melalui dana Inpres Rp31 miliar. Tapi pasca dihantam luapan sungai, jembatan yang dibangun diduganya terlalu kecil sehingga tidak dapat menampung debit air yang besar hingga putus.

“Setelah putus dibiarkan saja. Tidak di pasang rambu-rambu peringatan kalau jalan itu tidak bisa lagi di lewati. Sudah membahayakan keselamatan pengendara, tapi pihak BPJN Sumbar dan Dinas PUTRP Solsel terlihat cuek saja,” bebernya.

Bac Juga : Jalan Tembus Solsel-Dharmasraya Akan Dibangun di Dua Ruas

Jalan putus tersebut hanya sekitar 2 KM dari arah Simpang Kaco, Sungai Sungkai, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo. Baik dari arah Simpang Kaco Sungai Sungkai ataupun dari arah Dharmasraya, letak jalan putus itu di turunan. Ini tanpa ada rambu-rambu, kalau putus.

“Kalau nanti terjadi kecelakaan tunggal, ya. Pihak BPJN harus bertanggung jawab. Karena tak ada plang peringatan atau rambu-rambu kondisi jalan tersebut,” tuturnya.

Camat Sangir Balai Janggo Muslim saat dikonfirmasi mengatakan, pihaknya juga hampir terperosok ke jalan yang putus itu, tepatnya pada 1 Januari 2024. Dia dapat kabar ada jalan viral putus, setelah ditelusurinya ternyata benar.

“Saya langsung menginformasikan ke Dinas terkait, memang sampai sekarang belum ada rambu-rambu peringatan terkait kondisi jalan itu sudah putus,” jelasnya.

Terpisah, Kepala Dinas PUTRP Solok Selatan Indra Zuardi mengatakan pihaknya telah melaporkan kondisi jalan putus tersebut ke BPJN Sumbar. Diakuinya, memang belum ada dikasih rambu-rambu peringatan dari dua arah.

Jalan viral ini sebelum putus banyak dilewati pengendara, apalagi dengan keindahan alamnya dijadikan pusat wisata swafoto oleh masyarakat sebelum putus.
Jalan viral ini sebelum putus banyak dilewati pengendara, apalagi dengan keindahan alamnya dijadikan pusat wisata swafoto oleh masyarakat sebelum putus.

Yang mengerjakannya pusat, setelah dibuka langsung pengerasan dan pengaspalan dengan anggaran Rp31 miliar dengan dana Inpres pemerintah pusat. Pihak kontraktor katanya berjanji akan memperbaikinya dan mereka siap bertanggungjawab.

“Ini dampak bencana alam. Jembatan kecil, air sungai besar. Sehingga menyebabkan jembatan jalan tembus Solsel-Dharmasraya ini putus,” jelasnya.

Baca Juga : Rp3,8 Miliar Pembangunan Pusat Keramaian dan Pertumbuhan Ekonomi

Indra memaparkan, dengan kondisi jalan baru, kontur tanah dan patahan semangka. Salah satu penyebab jalan yang sudah diaspal ada di satu titik sebelum jembatan putus, kondisi jalan aspalnya ambruk.

Dia menyebut dampak dari kurangnya kepadatan tanah atau sewaktu melakukan pengerasan, hal ini salah satu faktor jalan ada yang rusak seperti aspalnya terban dan jembatan putus tak kuat karena dilalui air sungai dengan debit cukup besar.

“Kita sudah survei kelokasi, memang sudah putus. Kita sudah koordinasikan dengan pihak BPJN Sumbar, memang kalau rambu-rambu belum di pasang sejak terputus,” di akuinya.

Pihak Dinas PUTRP Solok Selatan berjanji akan memberikan plang informasi atau rambu-rambu kalau untuk sementara jalan tembus Solsel-Dharmasraya ini belum bisa dilewati karena putus.

“Saya sudah koordinasi dengan Bidang Bina Marga (BM) di Dinas Kami untuk segera memasang rambu-rambu jalan putus ini, segera akan kami lakukan,” terangnya. (adi)