Mensos RI Beri Santunan Keluarga Korban Banjir Hingga Logistik dan Dapur Umum

Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menyerahkan santunan kepada keluarga korban banjir bandang di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Dok Ist
Menteri Sosial RI Tri Rismaharini menyerahkan santunan kepada keluarga korban banjir bandang di Kabupaten Pesisir Selatan, Sumbar. Dok Ist

Kopasnews.com – Kementerian Sosial RI mengucurkan anggaran senilai Rp1.688.170.000 untuk Kabupaten Pesisir Selatan, Sumatera Barat (Sumbar). Mulai dari bantuan logistik tanggap darurat, bantuan natura, perlengkapan dapur umum, bantuan beras reguler dan santunan bagi ahli waris yang keluarganya meninggal dunia.

Pada Rabu (12/3) Menteri Sosial itu memberikan santunan untuk 26 korban jiwa. Besarannya masing-masing keluarga korban akan menerima sebesar Rp15 juta.

Menteri Sosial itu juga melihat kondisi sebagian area yang dilanda banjir dan longsor di kabupaten Pesisir Selatan, juga masih ada yang sulit dijangkau bantuan.

Pada Kamis (14/3), Mensos pun meninjau langsung beberapa area di Kabupaten Pesisir Selatan untuk melihat kebutuhan masyarakat yang terdampak banjir dan longsor, termasuk kebutuhan air bersih yang saat ini sangat mereka butuhkan.

“Nanti kita siapkan petugasnya. Insyaallah air bersih ini kita sediakan mencukupi untuk kebutuhan dua nagari,” ujar Menteri Sosial Tri Rismaharini.

Baca Juga : BNPB Siapkan Rp1,75 Miliar Untuk Penanganan Darurat Bencana

Mensos pun mengirimkan kebutuhan dasar yang diminta oleh warga, mayoritas berupa permintaan pangan, sandang, dan air bersih.

“Nantinya, kebutuhan seperti sandang tersebut akan dibagikan melalui pemerintah daerah terkait. Selain kebutuhan dasar, tidak adanya penerangan juga menjadi salah satu hal yang dikhawatirkan Mensos Risma karena hal tersebut bisa membahayakan warga,” bebernya.

Termasuk menyerahkan dua unit genset lengkap agar bisa membantu penerangan warga. Serta alat berat untuk meringankan proses pembersihan lumpur yang masih menumpuk cukup tinggi di permukiman dan jalanan.

“Saya akan membantu alat berat, tapi dikerjakan sendiri pembersihannya ya. Saya tahu ini berat, tapi kita harus terus bergerak agar bisa bangkit,” ucapnya.

Mensos Risma juga berencana untuk memperbesar dapur umum di Kecamatan Batang Kapas. Saat ini, dapur umum memproduksi 2.000 bungkus nasi per hari. Dengan jumlah tersebut masih ada warga yang belum terjangkau.

“Biar seluruhnya dapat tertampung dengan maksimal,” ujarnya. (syaf)