Marteen Paes Bisa BelaTimnas Indonesia Tanpa Harus Jalani Sidang CAS

Kiper Naturalisasi Indonesia Marteen Paes saat menggagalkan tendangan penalti Lionel Messi Liga Amerika. Dok Marteen Paes
Kiper Naturalisasi Indonesia Marteen Paes saat menggagalkan tendangan penalti Lionel Messi Liga Amerika. Dok Marteen Paes

 

Kopasnews.com – Marteen Paes resmi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI) pada 30 April 2024. Namun, hingga saat ini, Paes masih belum dapat membela Timnas Indonesia karena terganjal regulasi FIFA.

Paes harus menjalani sidang di Court of Arbitration for Sport (CAS) karena ia pernah membela Timnas Belanda pada usia 22 tahun. Menurut aturan FIFA, seorang pemain bisa berganti tim nasional jika berusia di bawah 21 tahun pada saat terakhir bermain di pertandingan resmi, baik itu tim junior maupun senior.

Kehadiran Marteen Paes sangat diharapkan pada ronde ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia, di mana Indonesia tergabung dalam Grup C bersama Jepang, Australia, Arab Saudi, Bahrain, dan China.

Baca Juga : Timnas Indonesia Tantangan Berat Bagi Australia di Kualifikasi Piala Dunia 2026

Berikut adalah lima langkah yang dapat diambil untuk menyelesaikan kasus Marteen Paes selain sidang di CAS:

Dispensasi FIFA

Dispensasi dari FIFA dapat terjadi jika semua prosedur yang diperlukan telah dipenuhi. PSSI perlu berkomunikasi secara jelas dengan FIFA untuk mendapatkan dispensasi bagi Paes.

Negosiasi

Negosiasi di meja sidang CAS bisa menjadi solusi. Proses ini memerlukan tata cara yang sesuai dengan kaidah hukum agar berjalan lancar tanpa melanggar aturan.

Bantuan Pihak Ketiga PSSI dapat meminta bantuan dari pihak ketiga, seperti KNVB (Federasi Sepakbola Belanda), untuk menjadi saksi dalam sidang di CAS, mengingat Paes pernah terlibat dengan KNVB.

Putusan Banding

Paes dapat mengajukan putusan banding di CAS dengan menyerahkan bukti dan berkas perkara yang lengkap kepada panel agar kasusnya dapat diteliti lebih lanjut.

Putusan Urgensi

Putusan urgensi dapat diajukan jika terdapat alasan mendadak yang kuat, mengingat pentingnya kehadiran Paes pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia. Indonesia akan menghadapi Arab Saudi di Jeddah pada 5 September 2024 dan Australia pada 10 September 2024.

Dengan langkah-langkah ini, diharapkan kasus Marteen Paes dapat segera menemukan titik terang, sehingga ia bisa membela Timnas Indonesia di ajang internasional.

Peluang Marteen Paes Bela Timnas

Mantan Anggota Exco PSSI, Hasani Abdulgani, membahas peluang Maarten Paes untuk bergabung dengan Timnas Indonesia melalui kanal YouTube pribadinya, Hasani’s Corner, pada Selasa, 2 Juli 2024.

Dalam pembahasannya, Hasani menyoroti beberapa isu yang perlu diperhatikan terkait regulasi FIFA dan kemungkinan solusi yang bisa diambil.

“Saya pikir, ngapain kita melawan regulasi FIFA. Yang kita pertanyakan, boleh gak Maarten Paes masuk ke Timnas Indonesia,” kata Hasani membuka diskusi.

Hasani menjelaskan bahwa kasus Maarten Paes sebenarnya hanya terkendala beberapa bulan terkait penampilannya di Timnas Belanda kelompok umur, yang terjadi akibat situasi pandemi Covid-19. Menurutnya, masih ada peluang untuk bernegosiasi terkait hal ini.

Baca Juga : Timnas Indonesia Hadapi Grup Berat di Putaran Ketiga Kualifikasi Piala Dunia 2026

“Sebenarnya kasusnya adalah hanya telat beberapa bulan saja ketika membela Timnas Belanda (kelompok umur). Itu pun disebabkan Covid-19, tinggal kita nego,” jelasnya.

Hasani juga memberikan saran untuk belajar dari kasus Jordi Amat. Ia mengungkapkan bahwa dirinya telah berbicara dengan pihak yang mengurus kasus ini dan menelusuri berbagai kemungkinan solusi.

“Saya kasih saran, belajar dari kasusnya Jordi Amat. Saya ngomong ke orang yang ngurus itu. Setelah saya telusuri, ternyata sekarang tidak menggunakan jasa orang itu. Pasti ada jalan keluar untuk Maarten Paes, jangan dulu ke CAS,” tambahnya.

Lebih lanjut, Hasani menyarankan agar tim dari federasi bekerja lebih teliti dan bahkan mendatangi FIFA secara langsung untuk menemukan celah dalam regulasi yang ada.

“Kalau ada yang lebih teliti datang ke FIFA, bila perlu sekarang terbang ke FIFA, ketemu tim legal. Saya melihat ada beberapa celah dari regulasi yang ada. Biarkanlah sekarang tim dari federasi yang bekerja,” jelasnya.

Hasani berharap dengan pendekatan yang tepat dan kerja sama yang baik, Maarten Paes bisa mendapatkan peluang untuk bergabung dengan Timnas Indonesia tanpa harus berhadapan langsung dengan masalah hukum di CAS.(fah)