Guru Tahfidz Diminta Inovatif Bangun Generasi Qur’ani

Pembekalan guru tahfidz se Solok Selatan untuk lebih Berinovasi dalam mencetak generasi Alquran untuk masa depan daerah.
Pembekalan guru tahfidz se Solok Selatan untuk lebih Berinovasi dalam mencetak generasi Alquran untuk masa depan daerah.

 

 

Solok Selatan,Kopasnews.com Sebanyak 52 guru tahfidz dari berbagai penjuru Solok Selatan berkumpul untuk mendapatkan pembekalan dan bimbingan dalam mencetak generasi Qurani di Solok Selatan.

 

 

Sekda Solok Selatan Syamsurizaldi menyampaikan pesan mendalam tentang peran vital guru tahfidz dalam membangun pondasi akhlak dan spiritual generasi muda. Bimbing dan berikan dedikasi dalam menimba ilmu Al-Qur’an dengan baik. Agar mereka nanti menjadi generasi emas masa depan daerah yang berilmu, beragama dan berakhlak.

 

“Profesi guru ngaji bukan sekadar pengajar. Anda adalah penjaga cahaya Al-Qur’an di tengah masyarakat,” ujarnya Syamsurizaldi, Senin (28/7/2025) di Aula Sarantau Sasurambi.

Berita Terkait:

Generasi Muda Disiapkan Jadi Kader Peduli Lingkungan Lewat Mitigasi Bencana

Ia juga menyoroti capaian yang membanggakan, kini terdapat 274 rumah tahfidz yang berdiri kokoh di Solok Selatan. Menurutnya, ini adalah bukti nyata bahwa masyarakat semakin peduli terhadap pendidikan agama yang berkelanjutan.

 

“Namun, kita mengingatkan bahwa pencapaian itu mesti diiringi dengan peningkatan kualitas pengajar,” jelasnya.

 

 

Lebih dari sekadar membimbing hafalan, Sekda menantang para guru untuk terus memperbarui pendekatan mereka dengan metode kreatif dalam mentransfer ilmu Al-Qur’an sehingga anak semakin bersemangat dalam menerimanya. Ciptakan suasana yang nyaman, tenang dan penuh antusias untuk membuka kran anak-anak dalam belajar Alquran.

 

“Buatlah anak-anak betah dan gembira saat belajar Al-Qur’an. Gunakan metode yang kreatif dan menyenangkan. Jangan sampai mereka merasa menghafal itu beban,” katanya.

 

Ia juga menekankan pentingnya integritas dalam menjalankan tugas. Mengingat program ini dibiayai dari anggaran negara, para guru diharapkan menjaga akuntabilitas dalam pelaporan dan pelaksanaan kegiatan.

Berita Terkait:

Tertangkap Lagi! Residivis Narkoba Simpan 12 Paket Sabu Siap Edar di Rumahnya

“Jujur dan disiplin itu wajib. Ini bukan hanya soal agama, tapi juga tanggung jawab publik,” tegasnya.

 

 

Jadikan wahana belajar sebagai simbol pembukaan kegiatan, Sekda menyematkan kokarde kepada perwakilan peserta guru tahfidz tersebut. Momen itu seolah menjadi penegasan bahwa mereka tak hanya hadir sebagai peserta, melainkan sebagai agen perubahan.

 

Sementara itu, Kepala Bagian Kesra, Mahadolog Ritonga, juga menambahkan bahwa Rumah Tahfidz kini bukan sekadar tempat menghafal, tetapi pusat pembentukan karakter.

 

“Anak-anak ini kelak akan menjadi pemimpin. Bekal Qur’ani adalah modal utama untuk masa depan yang lebih baik,” tuturnya.

Berita Terkait:

Polres Solok Selatan: Tambang Emas Ilegal di Sungai Panuah Kembali Disikat

Program Rumah Tahfidz sendiri merupakan salah satu program unggulan Pemkab Solok Selatan yang bertujuan memperkuat kehidupan beragama sekaligus mencetak sumber daya manusia yang tidak hanya cerdas, tapi juga berakhlak mulia.

 

“Ini yang diharapkan dari hasil belajar Alquran di rumah tahfidz di Solok Selatan,” pintanya. (adi)