Solsel,Kopasnews.com – Kabupaten Solok Selatan tengah bersiap menorehkan sejarah sebagai salah satu pusat energi terbarukan terbesar di Indonesia. Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang tengah digarap PT Supreme Energy Muara Laboh (SEML) telah mencapai kesepakatan investasi senilai 400 juta dolar AS, dan diperkirakan akan memberikan kontribusi langsung kepada negara hingga Rp7 triliun.
Senator asal Sumatera Barat sekaligus anggota DPD RI, Irman Gusman, mengungkapkan optimismenya bahwa proyek ini bukan hanya menjadi tonggak penting dalam pengembangan energi bersih, tetapi juga akan mengangkat derajat Solok Selatan secara keseluruhan di Sumatra Barat dan Indonesia.
“Tahap II dan III proyek ini menargetkan penambahan kapasitas hingga 80 megawatt pada 2027. Dan saya yakin, antara tahun 2030 hingga 2040, Solok Selatan akan menjadi salah satu kabupaten terbaik di Indonesia dalam hal infrastruktur, pendidikan, dan kesehatan,” ujar Irman Gusman, Selasa (22/7/2025) saat kunjungannya ke Proyek Pembangkit listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) di Pekonina, Solok Selatan.
Berita Terkait:
SEML Gelar Media Gathering, Lomba Jurnalistik, dan Diskusi Dengan Wartawan
Menurutnya, keberhasilan proyek ini merupakan hasil dari sinergi luar biasa antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, investor asing, serta pelaku wirausaha lokal. Bahkan, keterlibatan Perdana Menteri Jepang dan Menhan RI Prabowo Subianto dalam proses diplomasi ekonomi disebut menjadi faktor penting dalam menarik investasi kelas dunia ke daerah.
“Apa yang dianggap musibah oleh sebagian pihak, seperti perubahan iklim, bisa menjadi berkah bagi Sumatera Barat. Energi hijau ini adalah bukti nyata bahwa dari daerah pun, kita bisa membangun solusi global,” tutup Irman.
Dalam jangka panjang, PLTP ini ditargetkan mencapai total kapasitas 600 megawatt, menjadikannya sebagai tulang punggung pasokan energi bersih nasional. Irman juga menekankan pentingnya konsistensi dalam pengembangan energi terbarukan, sebelum Indonesia benar-benar masuk ke era energi nuklir.
Berita Terkait:
Kopi Pak Datuak Solsel Mendunia, Wakil Sumbar di Pameran World of Coffee 2025
“Saya mendukung pengembangan energi nuklir, tapi sebelum itu, kita maksimalkan dulu potensi energi terbarukan seperti panas bumi ini,” ujarnya.
Tak hanya soal angka dan teknologi, Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan, proyek ini juga memberi dampak langsung ke masyarakat lokal. Sekitar 85 persen tenaga kerja dan kontraktor proyek berasal dari Solok Selatan, menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan keterampilan lokal.
“Kami bangga karena mayoritas operator dan pekerja di lapangan berasal dari Solsel sendiri. Ini bukan hanya proyek energi, tapi juga pemberdayaan masyarakat,” kata Bupati.
Berita Terkait:
Perangi Tambang Ilegal, Spanduk Peringatan Kembali Berkibar di Lokasi Rawan
Supramu Santosa, pendiri sekaligus Chairman PT SEML, menjelaskan bahwa tahap II dan III proyek PLTP akan memiliki total kapasitas 143 megawatt. Tahap ini mulai berjalan sejak April 2025 dan akan berlangsung selama 30 bulan hingga April 2027. Penandatanganan amandemen PPA dengan PLN untuk Unit 2 dan 3 telah rampung pada Desember tahun lalu.
Dengan kebutuhan sekitar 1.500 tenaga kerja tambahan di pertengahan tahun depan, proyek ini menjadi motor penggerak ekonomi lokal, sekaligus harapan baru di tengah ancaman global seperti krisis iklim. (adi)





























