Jakarta, Kopasnews.com – Timnas Indonesia sukses mengamankan kemenangan tipis 1-0 atas Bahrain dalam laga Kualifikasi Piala Dunia 2026, Selasa (25/3). Namun, skor tersebut seharusnya bisa lebih besar andai dua peluang emas tidak terbuang begitu saja.
Ole Romeny menjadi pahlawan kemenangan di Stadion Utama Gelora Bung Karno, Jakarta, dengan gol tunggalnya yang lahir dari umpan cerdik Marselino Ferdinan. Meski begitu, lini serang Garuda masih menunjukkan problem klasik: penyelesaian akhir yang kurang tajam.
Baca Juga :
Jepang Tim Pertama yang Lolos ke Piala Dunia 2026 Usai Sikat Bahrain 2-0
Dua kesempatan emas yang tercipta di babak kedua menjadi bukti nyata. Pertama, Marselino Ferdinan nyaris menggandakan keunggulan setelah menerima umpan silang matang dari Kevin Diks. Tanpa kawalan ketat, pemain Oxford United itu hanya perlu menyontek bola ke gawang.
Namun, alih-alih mencetak gol, tendangannya malah melayang tinggi.
Tak lama setelah itu, Marselino ditarik keluar dan digantikan oleh Eliano Reijnders pada menit ke-73.
Sayangnya, skenario serupa kembali terjadi enam menit kemudian. Menerima umpan brilian dari Ricky Kambuaya, Reijnders berhadapan langsung dengan kiper Bahrain. Tetapi, sepakan jarak dekatnya juga berakhir melambung di atas mistar.
Secara statistik, Indonesia dan Bahrain sama-sama melepaskan tujuh tembakan sepanjang laga.
Namun, Indonesia lebih tajam dengan tiga tembakan mengarah ke gawang, sementara Bahrain hanya sekali menciptakan ancaman serius.
Kini, Patrick Kluivert punya pekerjaan rumah besar untuk membenahi lini serang sebelum menghadapi tantangan lebih berat melawan China dan Jepang pada Juni mendatang.
Jika efektivitas serangan tak segera diperbaiki, peluang lolos ke putaran berikutnya bisa semakin berat. (fah)



























