MIN 6 Solsel Juara Lomba Sains di SMPN 3 Solsel

Sekdakab Solsel Syamsurizaldi menyerahkan piala bergilir kepada Kepsek MIN 6 Solsel atas prestasi siswanya meraih juara 1 Lomba Sains antar SD se Solsel di SMPN 3 Solok Selatan

Padang Aro, kopasnews.com – Guru inti dari kemajuan pendidikan daerah, untuk itu jadikanlah kurikulum merdeka belajar betul-betul jadi projek inovasi dan kreativitas yang lebih bagi siswa.

Kepala SMPN 3 Solok Selatan, Misra Yuliana menyebut sudah menerapkan pola pendidikan kurikulum merdeka untuk 447 siswanya.

Pada peringatan Puncak Hari Guru Nasional (HGN) pihaknya telah melaksanakan lomba cerdas sains yang diikuti oleh 21 sekolah dasar sederajat.

“Madrasyah Ibtidiayah Negeri (MIN) 6 Solok Selatan meraih juara 1 lomba cerdas sains, juara 2 SD IT Solsel dan Juara 3 SDN 01 Lubuk Gadang. Semua itu kita lakukan dalam inovasi kurikulum merdeka dan mengajak siswa SD sederajat untuk terus asah kemampuan dan bakat dibidang sains,” ungkap Misra Yulian, Kamis (24/11/2022) di SMPN 3 Solok Selatan.

Dia mengatakan akan terus berbenah demi perbaikan sistem pendidikan dengan baik dan sesuai juknis pelaksanaan kurikulim merdeka.

“Bagaimana mewujudkan merdeka belajar bagi siswa. Bukan saja di kelas, namun lebih kepada pengenalan lingkungan dan kreativitas sesuai di harapkan Pemerintah,” jelasnya.

Sekratris Daerah Kabupaten Solok Selatan, Syamsurizaldi menyebut projek inovasi kurikulum merdeka tersebut sudah dilakukan oleh sebagian sekolah di Kabupaten Solok Selatan. Terutama di SMPN 3 Solok Selatan yang sudah melaksanakan pagelaran untuk kurikulum merdeka dan profil pelajar lancasila dalam menyambut Hari Guru Nasional (HGN).

Baca Juga : Kurangi Beban Pendidikan, 580 Siswa SD dan SMP di SBH Terima Seragam Gratis

“Kita tahu bahwa kurikulum merdeka ini hal yang baru dalam kebijakan pendidikan nasional. Di dalamnya ada Intrakurikuler dan ekstrakurikuler. Ada projek inovasi dan kreativitas siswa menjadi misi nomor 1 dalam visi misi Bupati dan Wabup Solsel. Ini harus dikuasai oleh guru dalam menempa pendidikan masyarakat di daerah,” harapnya.

Dia menyebut kurikulum ini sangat tepat sebenarnya, bagaimana kehidupan berkelanjutan dan keraifan lokal dapat berjalan seiring gerakan pendidikan daerah.

Solsel kaya akan Sumber Daya Alam (SDA) dan bagaimana SDM daerah bisa mengelola poetensi SDA melalui pendidikan yang lebih daerah.

Semua itu katanya harus dimulai dari SD dan SMP dididik untuk pengelolaan kreativitas sekolah.

“Kita lihat hari guru tahun ini beda dengan tahun sebelumnya. Apalagi disebagian sekolah di Solsel, meriahkan dengan pagelaran dan projek kurikulum merdeka,” terang Sekda.

Dia menyadari bahwa guru inti kemajuan pendidikan. Tanpa dukungan guru, mustahil kualitas SDM bisa dipacu.

Sebab itu kompetensi guru penting dalam meningkatkan mutu pendidikan di negeri ini.

“Jadi, kompetensi guru jadi andalan transpormasi kualita pendidikan,” jelasnya.

Kepala Dinas Pendidikan Solsel Syamsuria, meminta guru harus terus berinovasi dan berkreativitas. Agar masyarakat bisa
Solid, ikhlas dan bekerja dengan tim. Agar bisa jadi sekolah besar dan maju di Solsel.

“Kami dinas pendidikan sudah mulai memberikan work shop peningkatan kompetensi kepsek dan guru hingga 2023 nanti,” tuturnya.

Kepala SMPN 3 Solok Selatan, Misra Yuliana menyebut sudah menerapkan pola pendidikan kurikulum merdeka untuk 447 siswanya.

Puncak Hari Guru Nasional pihaknya telah melaksanakan lomba cerdas sains yang diikuti oleh 21 sekolah dasar sederajat.

“Madrasyah Ibtidiayah Negeri (MIN) 6 Solok Selatan meraih juara 1 lomba cerdas sains, juara 2 SD IT Solsel dan Juara 3 SDN 01 Lubuk Gadang,” terangnya. (adi)