Tradisi Bakar Batu Buaya Paling Terunik, Ini Manfaatnya ?

Tradisi Bakar Batu Buaya Paling Terunik, Ini Manfaatnya ?

Satuan Organik Satuan Organik Yonif R 303/SSM membaur dengan masyarakat dalam kegiatan tradisi bakar batu dan layanan kesehatan. Foto Istimewa
Satuan Organik Satuan Organik Yonif R 303/SSM membaur dengan masyarakat dalam kegiatan tradisi bakar batu dan layanan kesehatan. Foto Istimewa

Papua, kopasnews.com – TNI dan masyarakat Papua menggelar tradisi bakar batu dalam mewujudkan budaya dengan mengutamakan kebersamaan dan saling berbagi dengan sesama sesuai budaya masyarakat setempat. Hal terunik dalam sebuah budaya yang dilakukan masyarakat.

Tradisi tersebut memang sangat unik, dan tidak pernah terjadi di daerah lainnnya di Indonesia. Bahkan Dunia dengan dilakukan dengan cara berkumpul bersama kemudian memasak bersama dengan menggunakan lubang yang berisi batu panas.

Sebagai salah satu bentuk kedekatan TNI dengan masyarakat, prajurit TNI Satgas Satuan Organik Yonif R 303/SSM melaksanakan acara tradisi Bakar Batu bersama dengan warga Papua.

“Hal tersebut dilakukan dalam rangka untuk menciptakan kebersamaan dan juga mempererat persaudaraan antara Prajurit TNI dan masyarakat Papua khususnya warga Distrik Ilaga,” kata Dansatgas Satuan Organik Satuan Organik Yonif R 303/SSM Letkol Inf Slamet Faojan M. Han., Di Komando Taktis (Kotis), Distrik Ilaga Kabupaten Puncak. Papua. Sabtu (05/11/2022) dalam rilisnya.

Baca Juga : Ermizen, Tingkatkan Ketahanan Pangan Melalui Program TNI

“Kami menghadiri kegiatan Tradisi Bakar Batu sebagai bentuk kepedulian TNI terhadap warga sekitar. Kami kumpul bersama keluarga dan berdoa agar senantiasa keselamatan dan keberkahan hadir ditengah – tengah kita.” Ungkap Letkol Inf Slamet Faojan M. Han selaku Dansatgas Satuan Organik Yonif R 303/SSM.

Kegiatan Tradisi Bakar Batu tersebut dipimpin langsung oleh Dansatgas. Beliau menambahkan bahwa kegiatan tersebut dapat memberi makna akan kebersamaan hubungan emosional sebagai saudara dapat terus terjalin dengan baik, juga mendoakan keluarga agar selalu dapat diberikan kesehatan.

Selain ikut berbaur bersama masyarakat dalam menyiapkan acara, Prajurit TNI Satgas Satuan Organik Yonif R 303/SSM  berkesempatan menyerahkan bahan makanan berupa beras, gula, kopi maupun makanan tambahan untuk dihidangkan bersama.

Baca Juga :RS Pratama Solok Selatan Segera Beroperasi, Ini Jenis Pelayanannya Menurut Kadinkes !

Disela – sela acara tradisi bakar batu, Dokter Satgas Satuan Organik Yonif Raider 303/SSM menjalin kedekatan dengan memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat tersebut. Banyak masyarakat yang mengeluhkan kesehatan kepada Dokter dan kemudian Letda Ckm Eka Tarigan sebagai Dokter satgas memberikan Obat untuk mengobati masyarakat.

Robinus 49 tahun mewakili warga selaku Kepala Kampung merasa sangat bahagia dengan kehadiran Prajurit TNI dalam acara Tradisi Bakar Batu. Tradisi Bakar Batu membangun terciptanya rasa persaudaraan dengan menghilangkan perbedaan suku dan agama.

“Terima Kasih Komandan atas partisipasi dalam acara Bakar Batu, Kami sangat senang dengan kehadiran Bapak – bapak TNI Pos Kotis.” Ujarnya. (Alf/*)

error: Content is protected !!