Kejati Resmikan Balai Restorative Justice Pertama Di Solsel, Ini Fungsinya

Balai Restorative Justice Pertama

Kejati Sumatera Barat Yusron resmikan Balai Restorative Justice di Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, Selasa (4/10).
Kejati Sumatera Barat Yusron resmikan Balai Restorative Justice di Padang Air Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan, Kabupaten Solok Selatan, Selasa (4/10).

 

Solsel, kopasnews.com – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Sumatera Barat meresmikan Balai Restorative Justice Kejaksaan Negeri Solok Selatan (Solsel) pertama berlokasi di Nagari Padang Aia Dingin, Kecamatan Sangir Jujuan.

“Keberadaan Balai Restorative Justice ini di Solok Selatan untuk penyelesaian masalah di masyarakat. Di dalamnya berisikan nilai keadilan dan kearifan lokal seperti penyelesaian masalah dengan musyawarah mufakat, dan tidak semua kasus harus diselesaikan dengan hukum,” ungkap
Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Barat, Yusron, Selasa (4/10/2022) di Padang Air Dingin.

Dia mengatakan untuk itu perlu ruang dalam menghadirkan jaksa lebih dekat untuk dapat bertemu dan menyerap aspirasi langsung dari tokoh agama, tokoh adat, dan tokoh masyarakat.

Kajaksaan Tinggi pun mengapresiasi hububungan baik dan kerja sama Pemerintah Kabupaten Solok Selatan dengan Kejaksaan Negeri Solok Selatan.

“Adanya hubungan baik ini sehingga bisa terbentuk Balai Restorative Justice yang hari ini kita resmikan,” terangnya.

Dia juga menyebutkan, balai ini nantinya bisa digunkan sebagai sarana sosialisasi dan implementasi program penyelesaian perkara melalui restorative justice atau keadilan restoratif yang akan memberikan keadilan yang menyentuh masyarakat, yang ditindak oleh jaksa dan dimediasi oleh tokoh-tokoh di masyarakat.

Hingga saat ini di Sumatera Barat sudah terdapat 87 Balai Restorative Justice, 4 perkaran sudah ada penyelesaiannya di tahun 2021 dan 20 perkara hingga September 2022 ini.

“Kita harapkan kehadiran Balai Restorative Justice ini, sehingga masalah-masalah yang ada di seluruh nagari di Solok Selatan dapat di selesaikan. Kecuali menyangkut pidana korupsi, narkoba tidak bisa diselesaikan melalui restorasi,” paparnya.

Sementara, Bupati Solok Selatan Khairunas mengatakan kehadiran Balai Restorative Justice ini merupakan hal yang ditunggu-tunggu oleh warga Solok Selatan untuk menyelesaikan permasalahan yang ada di masyarakat tanpa melalui meja hijau.

Artinya masalah ini langsung bisa diselesaikan dengan musyawarah dan mufakat oleh pihak Kejaksaan bersama dengan para tokoh yang ada di masyarakat tanpa menghilangkan aspek hukum.

“Keberadaan balai ini tentunya menjadi harapan baru bagi masyarakat dalam rangka mencari keadilan untuk penyelesaian masalah di masyarakat. Sehingga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali peran dan fungsi tokoh masyarakat, seperti niniak mamak dan lain sebagainya ditengah masyarakat,” jelasnya.

Dia menyebut, balai ini akan akan menjadi wadah bagi penyelesaian masalah dengan musyawarah dan mufakat guna menciptakan keharmonisan dan kedamaian, serta mampu menggali kearifan lokal dalam rangka mengimplementasikan nilai budaya adat Minangkabau.

“Masalah perkelahian, pertikaian, perkara perdata bisa diselesaikan dengan cara musyarakat mufakat. Seperti dilakukan masyarakat minang tempo dulu, sekarang hidup kembali,” bebernya.
(adi)