Ratusan Honorer Demo, Bupati Janji Perjuangkan ke Menpan RB

20220905 09510216623745983981662374680480
Ratusan Honorer Demo di depan kantor Bupati dan meminta Bupati  Memperjuangkan ke Menpan-RB

Solsel, kopasnews.com – Ratusan honorer yang melakukan aksi demo meminta data mereka diperjuangkan oleh Bupati Solok Selatan ke Menpan-RB.

Mereka menuntut agar diperjuangkan berdasarkan surat edaran Menpan RB Nomor B/1511/M.SM.01.00/2022 tentang pendataan tenaga honorer (Non ASN) di lingkungan instansi pemerintah tertanggal 22 Juli 2022.

“Kami minta data kami juga masuk ke Menpan-RB, kami berharap Bupati Solsel dapat memperjuangkannya. Kami ingin memiliki kesempatan yang sama dengan honorer yang aktif dan didaftarkan ke Kemenpan-RB,” tegas Koordinator Lapangan (korlap) Honorer K2 Dewi Hariyanti saat melakukan orasi di depan Kantor Bupati Solok Selatan, Senin (5/9/2022) pagi.

Hingga sekarang sejak di rumahkan pada Juli 2021 lalu, belum ada kepastian nasib mereka para honorer yang terdiri dari Tenaga Harian Lepas (THL), tenaga sukarela, tenaga BLUD di rumah sakit, kantor dan sekolah-sekolah.

Pada poin tiga huruf a sampai e dalam SE Menpan-RB, menjelaskan tentang Tenaga Honorer Kategori HN (THK-2) yang terdaftar dalam database Badan Kepegawaian Negara dan Pegawai Non-ASN yang telah bekerja pada instansi pemerintah. Baik yang menerima honorium dari APBN maupun APBD.

Baca Juga : Mantap ! Talunan Maju Dinobatkan Sebagai Kampung Bonsai

Baca Juga : Ratusan TKD Menyampaikan Aspirasinya Ke Kantor Bupati

 

“Sebab itu kami perlu didata samahalnya dengan honorer yang aktif, kami harap Bupati Solsel betul-betul berjuang untuk kami yang di rumahkan ini ke Menpan-RB,” ungkapnya.

 

Ratusan Honorer Demo, Bupati Janji Memperjuangkan ke Menpan-RB
Ratusan Honorer Demo, Bupati Janji Memperjuangkan ke Menpan-RB

Bupati Solok Selatan Khairunas meminta 10 perwakilan honorer yang demo tersebut untuk berdialog di ruangan kantornya Aula Tangsi Ampek.

“Tentang nasib honorer Tenaga Harian Lepas (THL/TKD), tenaga sukarela, baik di perkantoran, rumah sakit dan sekolah-sekolah, kita minta petunjuk dulu ke Kemenpan-RB,” kata Bupati Solsel.

Dia menyebut Solsel telah mengajukan operator admin ke Kemenpan-RB, namun janjinya semuanya akan diperjuangan. Termasuk honorer yang demo kali ini.

Untuk kategori honor sebut Bupati, sebagian ada yang masih aktif dan ada yang di rumahkan.

“Kalau yang aktif sudah pasti kita data, yang tidak aktif akan kita perjuangkan. Mereka harus punya kepastian dan tergantung arahan Kemenpan RB nantinya,” bebernya.

Dia menjelaskan lagi, berdasarkan surat edaran dan Juknis yang dikeluarkan Kemenpan RB RI bahwa pemerintah saat ini tengah melakukan pendataan tenaga Non-ASN hingga 30 September 2022.

Pendataan ini nantinya akan menjadi landasan dalam menyiapkan roadmap penataan tenaga Non-ASN di lingkungan instansi pemerintah.

Honorer yang berorasi tersebut meminta kepada Bupati dalam dialog tersebut, yang juga dihadiri oleh Polres Solsel, Wabup Yulian Efi dan Sekdakab Syamsurizaldi, agar di masukan kedalam pendataan tenaga non ASN dari Kemenpan RB.

Bupati mengatakan akan menyurati Kemenpan RB terkait kondisi tenaga honorer di Solok Selatan.

“Kami sebagai Bupati akan menyurati Kemenpan RB terkait data honorer di Solok Selatan,” terangnya. (adi)