Pabrik Pengolahan Sawit PT KSI Over Kapasitas, Banyak Buah Lokal Yang Masuk Ditolak

20220531 1137501653971891911

Terlihat ratusan dumptruk antrian memasok TBS ke pabrik PT KSI. (dok.ADI)

Solok Selatan, kopasnews.com – Ratusan dumptruk pengankut Tandan Buah Segara (TBS) kelapa sawit terlihat antrian dalam memasok hasil panen plasma sawit masyarakat ke pabrik PT Kencana Sawit Indonesia (KSI).

Namun pabrik perusahaan kelapa sawit yang berinvestasi di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat tersebut belum mampu menampung seluruh hasil panen masyarakat. Lantaran kapasitas tampung dan pengelolahan pabrik sudah over kapasitas.

“Kapasitas pengolahan pabrik kita hanya 45 ton perjam, namun pasokan sawit hasil panen lokal yang datang sudah overkapasita. Perharinya mencapai 1.500-2.000 ton,” ungkap Humas PT KSI Solok Selatan, Arva, Selasa (31/5/2022) di kantornya.

Sawit yang akan di pasok ke Pabrik PT KSI tidak hanya datang dari sejumlah daerah di Solok Selatan, akan tetapi juga berdatangan dari Kabupaten Dharmasraya dan Provinsi Jambi.

Diakuinya dengan tingginya hasil panen lokal, banyak yang tidak bisa diakomodir perusahaan karena melebihi kebutuhan pabrik.

Mudahan saja jika sudah diterbitkan aturan ekspor sawit ke luar negeri oleh Pemerintah, sehingga harga sawit normal kembali dan daya tampung lebih banyak lagi.

“Memang TBS yang masuk banyak yang ditolak. Karena kondisi pabrik yang hanya kisaran 360-400 ton mampu melakukan pengolahan buah per harinya atau 45 ton per jam,” tuturnya.

20220530 1052191653970947359
Humas PT KSI Arva dan Abu Dawar saat memberikan keterangan soal over kapasitas pabrik perusahaannya

Dia menyebut buah lokal meningkat, dan planning masyarakat sangat bagus dalam memprediksi panen sawit didukung harga yang bagus.

Saat harga panen harga bagus, tentu saja berdampak terhadap perekonomian masyarakat. Yang sekarang buah turun sejak disetopnya ekspor sawit ke luar negeri oleh Pemerintah Pusat.
Sebelum anjlok, harga sawit di Kabupaten Solok Selatan kisaran 3.460-3.500 perkilogram.

“Jika harga tidak anjlok, maka masyarakat akan sejahtera dengan tingginya angka produksi di tahun 2022 ini,”¬†jelas Arva.

PT KSI sendiri katanya mengalami penyusutan produksi karena dilakukan langkah replanting.

Dari 10.216 hektar Hak Guna Usaha (HGU), perusahaan dibawah naungan Wilmar Group ini telah menanam sekitar 7.800 hektar sawit. Sisanya konservasi.

“Sebab itu terjadinya penuruan produksi panen sawit, dari sisa 2.000 hektar yang belum direplanting hanya mampu memproduksi sekitar 200 ton TBS saat ini,” jelasnya.

“Harga TBS saat ini sebesar Rp2.260 perkilogram, dus minggu sebelumnya sempat Rp2.400 perkilo sekarang,” tuturnya didampingi Abu Dawar Humas KSI lainnya. (adi)