Puluhan Kendaraan Terjaring, Pelanggaran Terbanyak SIM dan Helm

20220520 1653281653050176861

Puluhan kendaraan masyarakat ditilang karena tidak bisa menunjukan kelengkapan surat jalan saat terjaring razia. dok. Adi

Padang Aro, kopasnews.com – Kasat Lantas Polres Solok Selatan, Iptu Ade Saputra mengatakan, Surat Izin Mengemudi (SIM) dan helm pelanggaran lalu lintas terbanyak terjadi di Kabupaten Solok Selatan.

Terbukti dengan dikeluarkannya puluhan surat tilang, termasuk penyitaan kendaraan yang tidak memiliki kelengkapan surat jalan saat razia berlangsung di Sungai Blangir, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

“Rata-rata pengendara tidak memiliki SIM dan enggan mengenakan helm berkendara, dan terpaksa ditilang petugas Satlantas saat razia hari ini sebanyak 38 tilang dan penyitaan kendaraan,” kata Kasat Lantas Polres Solok Selatan, Iptu Ade Saputra, Jumat (20/5/2022) di Mako Polres Solsel.

Dijelaskannya, 38 pelanggaran lalu lintas yang terjaring saat razia penertiban kendaraan di ruas jalan raya nasional pusat Kabupaten Solok Selatan, 14 kendaraan roda dua terpaksa dibawa ke Mapolres karena pengendara tidak dapat menunjukan surat kendaraannya.

Kemudian 24 tilang dikeluarkan atas pelanggaran lalu lintas dilakukan pengendara roda dua dan roda empat.

“Surat tilang kendaraan roda empat kita terbitkan hari ini, untuk pengendara memiliki SIM B1 umum sebanyak 8 keping, dan pemilik SIM A sebanyak 7 keping. Kemudian pengendara roda dua pemilik SIM C sebanyak 5 keping, dan 11 STNK,” jelas Ade.

20220520 1657551653050124993
Belasan kendaraan dibawa ke Mako Polres Solsel karena pengendara tidak bisa menunjukan surat jalan.dok adi

Di ulasnya, khusus 14 Barang Bukti (BB) berupa sepeda motor yang saat ini dibawa ke Mako Polres Solok Selatan, karena pada saat terjaring razia pengendara tidak bisa menunjukan surat jalan seperti SIM, STNK dan tidak memakai helm.

“Nihil kendaraan plat merah,” ucapnya.

Dia menghimbau agar masyarakat yang akan bepergian lengkapilah surat-surat kendaraan seperti SIM, STNK dan helm bagi pengemudi sepeda motor.

Sehingga pada saat polisi melakukan razia, tidak ada yang terjaring. Sebab dipantau Satlantas selama dua tahun fakum atau tidak melakukan razia di jalan karena dampak pandemi virus covid-19. Banyak pelanggaran terjadi yang harus ditertibkan kembali.

“Selama dua tahun ini, kita melihat di jalan raya tingkat pelanggaran tidak mengenakan helm berkendara sangat banyak. Justru itu, harus kita tertibkan demi keamanan dan kenyamanan di jalan,” tegasnya.

Razia penertiban kendaraan ini dengan melihat situasi dan kondisi tingkat kepatuhan di jalan. Selagi banyak pelanggaran, maka penertiban akan terus dilanjutkan.

“Masyarakat pengendara kita harapkan lebih tertib dan santun di jalan dan selalu mematuhi aturan berlalu lintas jika tidak ingin kendaraan dijaring dan ditilang seperti saat ini,” ungkapnya. (adi)