Cegah Penyakit Menular Solsel Sisir Anak-Anak dan Balita

20220420 1051011650642095187
SOLOK SELATAN, Kopasnews.com — Pemberian imunisasi dasar sangat penting bagi masyarakat, hal ini untuk dapat mencegah penyakit menular pada anak dan balita di Kabupaten Solok Selatan.
Seperti penyakit tuberkulosis (TBC), polio, difteri, tetanus, campak, rubella, kanker hati dan pertusis. Dan penyakit menular ini harus diwaspadai, lantaran bisa memicu lonjakan kasus pada anak-anak dan balita.
“Kenapa penting pemberian imunisasi pada anak dan balita, sebab selama pandemi covid  anak di bawah usia 6 tahun masih belum bisa mendapatkan vaksin Covid-19,” kata Plt.Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Joni Firmansyah, Rabu  (2o/4/2022) saat launching Pekan Imunisasi Sedunia di Puskesmas Lubuk Gadang.
Oleh sebab itu, Pekan Imunisasi Dunia (PID) tahun 2022 ini dianggap menjadi momen penting bagi masyarakat Indonesia, khususnya di Solok Selatan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dasar lengkap.
Karena pemberian imunisasi terbukti efektif dalam meningkatkan kekebalan tubuh, agar dapat mencegah beragam penyakit menular  seperti difteri dan campak yang diderita anak-anak dan balita.
“Sebab itu kita akan menggiatkan program imunisasi anak hingga usai lebaran nanti,” ujarnya.
Biasanya capaian imunisasi melebihi angka 80 persen, namun pada tahun 2021 hanya tercapai 59 persen akibat pengaruh pandemi covid.
Sehingga tidak terselenggaranya Posyandu, yang menyebabkan sekitar 157 ribu anak-anak di seluruh kabupaten/kota di Provinsi Sumatra Barat, termasuk di Solok Selatan tidak mendapatkan imunisasi lengkap.
“Jadi, seluruh daerah di 7 Kecamatan di Solsel, di setiap Nagari dan jorong wajib dijangkau. Sehingga imunisasi dasar ini diterima anak dan balita secara menyeluruh,” jelasnya. 
Bupati Solok Selatan, Khairunas mengatakan, Indonesia mengalami wabah difteri dengan hampir 1.000 kasus tercatat sejak 2017 lalu. Kemudian, pada 2019 dan 2020 terjadi penurunan kasus difteri karena adanya penguncian wilayah atau lockdown akibat pandemi Covid-19.
Secara global, pada tahun 2020 WHO merilis terdapat 23 juta anak di bawah umur satu tahun yang tidak menerima imunisasi dasar. Ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 2009.
“Jadi inilah dasar kita di Solsel untuk melaksanakan program imunisasi dasar lengkap pada anak, sehingga dapat mencegah penularan penyakit campak dan difteri, serta penyakit lainnya pada anak,” terangnya.
Disebutkannya, berdasarkan data Kementerian Kesehatan dan UNICEF melaporkan 84 persen dari fasilitas pelayanan kesehatan imunisasi anak di Indonesia terdampak Covid 19 .
Nah untuk capaian imunisasi dasar lengkap baru sekitar 58,4 persen dari target 79.1 persen per Oktober 2021.
Penyakit menular ini harus diwaspadai, lantaran bisa memicu lonjakan kasus pada anak-anak. Maka ditekankan Bupati, agar seluruh tenaga medis untuk dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, sehingga angka anak dan balita yang menerima imunisasi betul-betul menyeluruh.
“Usai lebaran nanti kita minta agar data capaian imunisai dilaporkan kepada Bupati, dan ini tugas Sekretaris Daerah dalam mengkoordinir capaian imunisasi termasuk relaisasi vaksinasi booster atau ke tiga,” tegasnya (Adi)