Fokus  

PTPN VI Bantu Anggaran Pembangunan Istano Balai Janggo

compressed 1648084526882

Menagerr PTPN VI Solok Selatan Zulkarnain Renja serahkan bantuan dana Pembangunan Istano Balai Janggo kepada Mardion Tantua Rajo Sailan didampingi Camat Sangir Muslim

Solok Selatan, Kopasnews.com — Istano Kerajaan Balai Janggo yang terletak di Sungai Sungkai, Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo yang stagnan, kini kembali mendapatkan anggaran kelanjutan pembangunan dari PTPN VI Solok Selatan.

Sebesar Rp100 juta anggaran dana tanggung jawab sosial dari perusahaan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) itu diserahkan kepada Raja Kerajaan Sangir BalainJanggo Tantuah Rajo Sailan.

“Bantuan dana yang kita salurkan ini senilai Rp100 juta, semoga dapat membantu kelanjutan pembangunan istano Balai Janggo,” kata Manager PTPN VI Solok Selatan, Zulkarnain Renja usai menyerahkan bantuan kepada Tantua Rajo Sailan Mardion, Rabu (23/3/2022).

Dia juga berharap mudahan saja bantuan yang diserahkan tersebut segera dapat dimamfaatkan untuk kelanjutan pembangunan Istano Balai Janggo yang sudah cukup lama terhenti pembangunannya.

Penyerahkan Coorporate Responsibility itu disaksikan Humas PTPN Syuria, Camat Sangir Balai Janggo Muslim dan Sekretaris Nagari Sungai Kunyit, Rusli, di rumah gadang atau Istano Balai Janggo.

Dia mengatakan bantuan PTPN VI ini merupakan kedua kalinya setelah disalurkan di tahun 2018 lalu untuk bantuan pembelian baja jaringan rumah gadang itu.

“Bantuan tanggung jawab sosial yang kami diserahkan hari merupakan bentuk kepedulian perusahaan terhadap kelanjutan pembangunan cagar budaya,” bebernya.

Bantuan ini lanjutnya dalam mempererat hubungan silaturahmi antara PTPN dengan masyarakat Nagari Sungai Kunyit atau warga Sungai Sungkai.

Dengan harapannya dapat terealisasi secepatnya dan mampu meningkatkan kegiatan pembangunan rumah gadang Rajo.

“Mudahan cepat selesai dan cepat di mamfaatkan,” harapnya.

Sementara, Tantua Rajo Sailan, Mardion mengatan bantuan dana dari PTPN VI segera dimamfaatkan untuk lanjutan pembangunan rumah gadang.

Yang masih kurang saat ini seperti loteng, lantai, bagian di luar, pagar, dapur, termasuk ukiran.

“Kita berterima kasih atas bantuan PTPN VI, empat tahun lalu juga menyerahkan bantuan dana. Untuk kelanjutan pembangunan Istano Balai Janggo dalam pelestarian cagar budaya daerah,” jelasnya. (Adi)