Diusia Muda Solsel Harus Enerjik Mengejar Ketertinggalan Daerah, Ini Diinginkan LKAAM

Ketua LKAAM Solsel Attila Majidi Datuak Sibungsu

Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Kabupaten Solok Selatan, Attila Majidi Datuak Sibungsu, mengatakan, momentum Hari Ulang Tahun Solsel ke 18, masih banyak PR yang harus dibenahi oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan (Solsel) bersama legislator sebagai mitra pemerintah, untuk mewujudkan visi misi maju bersama sejahtera untuk semua.

Baik Sumber Daya Manusia, infrastruktur, perekonomian, dan peningkatan fasilitas kesehatan bagi masyarakat dan lainnya.

“Diusia muda ini, kita menilai masih banyak kekurangan dan ketertinggalan daerah yang harus dikejar pembangunannya di berbagai bidang. Secara bertahap sudah mulai dikejar Pemkab Solsel,” ujar Attila Majidi Datuak Sibungsu, Jumat (7/1/2022) di Golden Arm.

Pemkab haruslah menggandeng semua pihak dan seluruh unsur di masyarakat, termasuk para perantau sehingga program pemerintah mendapat terselesaikan dengan baik. Baik dari segi pemikiran, pengalaman, masukan dan kritikan membangun dalam membenahi Solsel kedepan.

“Tidak bisa dipungkiri bahwa Solok Selatan (Solsel) sudah jauh tertinggal dibandingkan Kabupaten Dharmasraya dan Kabupaten Pasaman Barat. Dua Kabupaten yang sama-sama mekar dengan Solok Selatan, hal ini juga diakui Bupati Solsel saat sidang paripurna HUT Solsel ke 18,” terangnya.

Dari pandangan dan kacamata lembaga adat ini, Solsel sudah mulai manapati jejak baru dan terobosan diberbagai bidang pembangunan untuk bangkit dan mengejar ketertinggalan tersebut.

Bahkan Bupati Khairunas dan Wabup Yulian Efi, disektor pertanian, kesehatan, dan lainnya. Sekarang sudah memberikan perhatian kepada masyarakat adat untuk ikut berkabolorasi dalam mewujudkan pembangunan yang terarah sesuai kapasitas niniak mamak.

Penataan keberadaan niniak mamak, pendataan rumah gadang dan cagar budaya yang sudah masuk Program Unggulan (Progul) kepala daerah.

“Ini pertanda masyarakat adat sudah dilirik Pemkab, kita juga akan siap mendukung sesuai batas tupoksi sebagai masyarakat adat,” jelas Ketua LKAAM Solsel itu.

Menurut Attila, sudah saatnya Pemerintah Solok Selatan memperhatikan adat dan budaya Solsel. Sebab banyak konten-konten berhubungan seni budaya dan adat harus diletarikan ditampilkan berupa randai, perkenalkan pakaian adat, silek tradisi. Agar tidak rapuh dalam pemahamanan dan penghayatan generasi minang di Solok Selatan.

“Saat ini sudah ditunjukan Pemerintah daerah, ini bentuk kepedulian kepada masyarakat adat. Dan kita masyarakat adat pun siap berpangku tangan mendukung dan mendorong percepatan pembangunan daerah,” jelasnya.

“Kedepan berharap Pemkab memfasiltasi forkopinda plus seperti LKAM dalam setiap agenda penting pemerintah didalamnya harus melibatkan masyarakat adat,” harapnya.

“Pengusaha yang akan berinvestasi diberikan jaminan, sehingga ada ketertarikan investasi di Solsel. Masyarakat adat perlu dilibatkan dengan baik, agar tidak terjadi kerugian dan konflik investasi di Solsel seperti sebelum-sebelumnya dan kita berharap bila ada konflik investasi, harus cepat dituntaskan,” paparnya.(Adi)