Ratusan Sapi Siap Disalurkan Pemkab Solsel Tahun 2022

Bupati, Wabup di stand simbol progul Dinas Pertanian Solsel

Ratusan ekor sapi akan diterima masyarakat Solok Selatan, dan penyaluran dilakukan oleh Pemkab Solok Selatan melalui kelompok tani.

Kepala Dinas Pertanian Solok Selatan, Nurhayati menjelaskan, tahun 2022 ini akan dilakukan pengadaan sapi sebanyak 500 ekor dengan sumber dana melalui APBD Solok Selatan.

Hal ini dalam merealisasikan visi misi kepala daerah satu KK satu ekor sapi, dan sebelumnya sudah ada 7 kelompok tani di Solsel disalurkan bantuan sapi ternak sesuai dengan program unggulan yang di janjikan Bupati Khairunas dan Wabup Yulian Efi kepada masyarakat sewaktu kampanye.

“Jadi, tahun ini ada 500 ekor yang akan disalurkan Bupati kepada masyarakat melalui kelompok tani, tahun lalu baru 7 kelompok di tujuh kecamatan yang ada di Solsel,” kata Nurhayati saat ditemui dikantornya, Rabu (5/1/2022) usai zuhur.

Dia mengatakan, 500 ekor sapi yang akan dibagikan oleh Pemkab Solok Selatan sesuai aturan penyaluran harus melalui Kelompok tani.

Jadi ada sebanyak 25 kelompok tani di tujuh Kecamatan yang akan menerimanya, dan satu kelompok akan mendapatkan 20 ekor sapi. Realisasi sapi ini sebagai bentuk pencapaian visi misi kepala daerah.

“Tahun ini ada 25 kelompok penerima sapi, relolasi anggaran sapi tersebut akan terus berlanjut hingga tahun 2024. Bahkan juga akan dibantu oleh Kementerian Peternakan RI,” terangnya.

Sumber sapi yang akan dibeli tersebut sebut Nurhayati, berada di luar daerah. Apakah Kota/Kab lain di Sumbar atau di luar Sumbar dan sapi yang akan diterima Pemkab melalui dinas Pertanian harus sesuao speknya.

Kondisi ini dalam menyikapi permasalahan yang sudah heboh di Sumbar terkait sapi kurus diterima Keltan. Jadi, ini bisa menjadi acuan bagi Dinas Pertanian dalam mendatangkan atau pengadaan sapi untuk masyarakat.

“Kita tidak ingin ada permasalahan dalam pengadaan, justru itu sapi yang akan didatang harus sesuai tingginya, tanggal gigi, dan beratnya. Satu persatu akan kita cek,” sebut Dokter hewan itu.

Sekretaris Dinas Pertanian Solok Selatan, Musperi Hendra menyebutkan, teknis penyebaran PCPL memang sesuai dengan syarat, dan sapi yang diterima sesuai dengan ketentuan diharapkan pemkab.

Sesuai di DPA anggaran satu ekor sapi sebesar Rp17 juta, namun angka ini harus disesuaikan dengan harga terbaru ternak.

“Anggaran di DPA kita untuk 500 ekor sapi sekitar Rp8,5 miliar,” sebutnya.

Sedangkan populisasi ternak di Kabupaten Solok Selatan sesuai data tahun 2020 sebanyak 10.795 ekor. Tingkat kematian kecil di sebagian keltan.

“Seluruh teknak bantuan pemerintah ada asusransinya dan bahkan disubsidi pemerintah. Petani hanya membayar Rp40 ribu pertahun untuk satu ekor ternak yang diansurasikan itu,” bebernya (Àdi)