Pihak Keluarga Menolak Otopsi Korban Tertembak Gobok

Sabri Adik korban MN memperlihatkan surat permohonan penolakan otopsi jasad kakaknya.

Solok Selatan, Kopasnews.com — Terkait meninggalnya RN,34, diduga akibat tertembak senapan rakitan jenis gobok saat berburu babi hutan di lokasi kebun sawit warga di Sungai Bayua, Jorong Sampu, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir Solok Selatan.

Pihak keluarga korban mendatangi Mapolres Solok Selatan menjelang korban di makamkan di pandan perkuburan keluarga di Jorong Sungai Aro, Nagari Lubuk Gadang Timur, Kecamatan Sangir.

Pihak keluarga meminta kepada pihak Aparat penegak hukum untuk tidak mengotopsi jazad korban. Termasuk tidak akan menuntut siapapun dalam kasus tewasnya MN dugaan sementera tertembak oleh senjata sendiri.

“Kami sudah berumbuk bersama keluarga, hasil keputusan keluarga kami agar jenazah kakak kami tidak di Otopsi. Kami sekeluarga mengikhlaskan dan tidak akan memperpanjang masalah ini,” tutur Sabri, 29, kepada pihak kepolisian di Mapolres Solok Selatan, Senin (26/12/2021) sore.

Dia mengatakan, keluargannya tidak akan mengungkit masalah tersebut, kalau sudah meninggal dunia dan sudah takdir kakaknya. Maka pihak keluarga akan mengkebumikannya usai menandatangi surat pernyataan untuk tidak dilakukan otopsi oleh pihak kepolisian.

“Kakak saya baru sekitar 2 bulan berburu babi, senjata rakitan itu dipinjam dari temannya,” ujar Sabri kepada Kopasnews.com.

Dia menyebutkan, korban saat ini meninggalkan anaknya yang masih berusia 2,5 bulan. Satu orang lagi kelas VI SD, sekolah di Pesisir Selatan. Korban dikebumikan juga sore ini oleh pihak keluarga di pandan pekuburan keluarga di Sungai Aro.

Surat keterangan tersebut sudah ditanda tangani Sabri (adik korban), termasuk ibu korban dan istri korban.

“Anaknya dua orang masih kecil, dan kami pihak keluarga tidak akan menuntut dan tidak menyalahkan siapapun,” pungkasnya sebelum meninggalkan Mapolres Solok Selatan. (Adi)