Ratusan Kader Demokrat Solsel Dibekali Pendidikan Politik

Ketua DPC Demokrat Solsel Dede Pasarela memberikan arahan

Sebanyak 100 orang kader Partai Demokrat Kabupaten Solok Selatan (Solsel) dibekali pendidikan politik, sebagai pembekalan startegi Partai Demokrat meraih kemenangan pada Pemilihan Legislatif (Pileg) tahun 2024.

Pendidik politik ini sesuai amanah yang wajib dilaksanakan oleh Partai yang ada porsinya di DPRD Solok Selatan.

Saat ini Demokrat Solok Selatan baru memiliki wakil satu orang dari Dapil I Sangir dan satu orang dapil Dapil 3 Sungai Pagu, Pauh Duo dan Koto Parik Gadang Diateh.

“Di Pileg 2024, target kita setiap dapil punya wakil ke DPRD Solsel. Kita juga incar minimal kursi Wakil Ketua DPRD,” kata Ketua DPC Partai Demokrat Solok Selatan, Dede Pasarela, Minggu (26/12/2021) di kantor Demokrat Solsel.

Diperjelasnya, kedepan Demokrat Solsel bertekad bisa memenuhi kuota Anggota DPRD Solsel di setiap dapil dan memenangkan pileg dan Pilpres nantinya.

Soal pendidikan politik sedikit terlambat pelaksanaannya, karena banyaknya kegiatan di DPRD dan di Partai dalam menggenjot target vaksinasi massal.

“Mari kita berjuang bersama-sama membesarkan partai dan bisa meraih kemenangan di Pileg dan Pilres 2024 nantinya,” harapnya didampingi Sekretaris DPC Demokrat Solsel Albert Arifin.

Sementara, Pengurus DPD Demokrat Provinsi Sumatera Barat, HM Nurnas, Ketua Umum Demokrar Pusat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) masih memenangkan gugatan Moeldoko. Jadi, Demokrat tidak ada lagi masalah.

Kondisi Pileg 2019, Demokrat masih diurutan tiga mendapatkan 10 kursi di DPRD Sumbar.
Dalam pendidikan politik siap untuk merebut kekuasaan, caleg dan kader harus dipersiapkan lebih awal.

Bagaimana memilihan caleg berpotensi, ketokohan dan ketakahan. Serta didukung finansial, tidak mungkin seorang caleg untuk sosialisasi dirinya ditengah masyarakat tidak ada uang.

“Maka melalui pendidikan politik sebagai strategi memenangkan politik di 2024. Bagaimana kader bisa berbicara politik itu dengan seni dan ilmu meraih kekuasan secara konstitusional dan non konstitusional,” ungkapnya.

Kenapa politik jelek, karena oknum pelaku yang berada di tubuh partai politik yang merusak politik itu sendiri. Sehingga politik terlihat buruk ditengah masyarakat.

Diakuinya, lemahnya Demokrat Solsel selama ini, kurangnya koordinasi antar Fraksi di DPRD Solsel dengan Fraksi Demokrat di DPRD Sumbar. Termasuk tidak seirama di interen Partai.

“Melalui pendidikan politik terlahirnya kader yang bisa mengerti rakyat dan selalu dihati rakyat,” ujarnya.

Ketua Panitia Pelaksana, Afridal menyampaikan, ada 100 orang kader yang dibekali pendidikan politik dan dalam menyambut Pemilu 2024. Juga di hadiri Sekretaris DPD Demokrat Sumbar Januardi Sumka. (Adi)

Demokrat Solsel
Kader dan simpatisan Demokrat Solsel saat menerima pendidikan politik di kantor demokrat simpang limau