Jalan Poros Jalur Dua Depan Kantor Bupati Dituntaskan Tahun 2022

Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda menyampaikan kegiatan pembangunan di tahun 2022

Padang Aro, Kopasnews.com — Pemerintah Kabupaten Solok Selatan telah menganggarkan kelanjutan penuntasan pembangunan jalan poros jalur dua Kantor Bupati-Samsat hingga ke Simpang Pesona Alam Sangir.

“Proyek jalan poros sudah dianggarkan di APBD tahun 2022 sebesar Rp10 miliar, dan sebelum pelaksanaan pembangunan berlangsung. Kita harap pembebasan lahan sudan tuntas,” ungkap Ketua DPRD Solok Selatan, Jumat (24/12/2021) sore saat reses di Masjid Timbulun Atas, Kecamatan Sangir.

Dia mengatakan kelanjutan pembangunan infrastruktur jalan poros harus diselesaikan di tahun depan, dan perlu dukungan masyarakat terkait kemudahan pembebasan lahan.

Sebab bila lahan belum tuntas, akan dapat menjadi kendala dalam pelaksanaan kegiatan proyek dilapangan.

Kondisi ini tidak boleh terjadi yang membuat percepatan pembangunan pusat kabupaten terkendala, jadi harap Zigo masalahan pembebasan lahan di kiri dan kanan jalan harus tuntas.

“Jadi, kita masih ada lahan yang belum tuntas. Segera dituntaskan permasalahannyan dan masyarakat Timbulun dan Bukit Patanahan harus mendukung program percepatan infrastruktur jalur dua ini,” harapnya.

Tidak hanya jalan poros dengan anggaran Rp10 miliar, akan tetapi juga didukung anggaran pembangunan trotoar jalan lingkar yang anggarannya sebesar Rp 2 miliar.

Geliat pembangunan jalan lingkar termasuk trotoar sekaligus melewati dua kejorongan di Nagari Lubuk Gadang, Kecamatam Sangir, maka ada gezah daerah memiliki pusat Kabupaten.

“Selain kelanjutan pembangunan jalan poros senilai Rp10 miliar, kiri kanan jalan juga dibangun trotoar senilai Rp2 miliar,” beber Ketua DPD Golkar Solsel itu dalam reses masa sidang pertama tahun ketiga itu.

“Kalau masyarakat diajak musyawarah untuk pembebasan lahan oleh pemerintah Kecamatan, pemerintah nagari dan jorong, agar dapat dukungan dari masyarakat.

Jangan sampai terkendala pembangunan di pusat Kabupaten Solsel ini. Tanah yang diganti rugi oleh Pemerintah sesuai tandar pemerintah lembaga independen atau tim apraissal tanah yang akan menghitung nilai tanah yang dibebaskan tersebut.

“Perlu dorongan masyarakat. Sebab bila dibangun jalur dua, tentu saja akan dapat meningkatkan harga tanah masyarakat disini,” ujarnya didampingi Ketua Komisi II DPRD Solsel Afrizal Chandra.

Selain itu juga dianggarkan di APBD Solsel 2022 yaitu untuk lampu jembatan timbulun senilai Rp350 juta.

Reses tersebut dihadiri oleh Ketua Bamus Lubuk Gadang Sukemi, Wali Nagari Lubuk Gadang, Ultra Dinata, Niniak Mamak Almesri Dt Jo Mantari, Camat Sangir Abul Abas, Ketua DPC Golkar Sangir Dedi Revera, Tokoh masyarakat Timbulun Idil Fitri, kepala jorong dan masyarakat Timbulun.

“Pembangunan ini dalam mengejar ketertinggalan pembangunan di pusat Kabupaten, jangan sampai terhambat,” pesannya kepada masyarakat Timbulun. (Adi)

Masyarakat Timbulun mendengarkan hasil reses ketua DPRD Solsel
Masyarakat Jorong timbulun menyampaikan aspirasinya ke Ketua DPRD Solsel