Lulus Jadi Kepsek Sekolah Penggerak, Ini Tugas Akmalu Rijal

Kepala SMAN 3 Solok Selatan lulus seleksi sebagai Kepala Sekolah penggerak 2021 berdasarkan pemungumunan dari Kementrian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) RI.

Sebagai bentuk nawacita dalam meningkatkan dan memperbaiki pendidikan ke arah yang lebih baik di Sumbar, khususnya di Kabupaten Solok Selatan (Solsel).

“Alhamdulilah kita lulus sebagai Kepsek Sekolah Penggerak 2021 hasil seleksi Kemendikbud Ristek RI,” kata Kepala SMAN 3 Solok Selatan, Akmalu Rijal Putra, Kamis (16/12/2021) di Lubuk Gadang
Dia menjelaskan, Ada 5 sekolah ikut seleksi tersebut Kepala SMAN 1 Solsel, SMAN 3 Solsel, SMAN 5 Solsel, SMAN 7 Solsel, dan SMAN 11 Solsel. Yang lulus SMAN 3 dan SMAN 5 dan daerah ikut program penggerak di Sumbar yakni Solsel, Pesisir Selatan, Dharmasraya dan 50 Kota.

Lulusnya Akmalu Rijal tidak lepas dari dukungan warga sekolahnya, siswa, guru, komite dan orang tua murid. Termasuk Pemkab Solsel dan Pemprov Sumbar yang telah mendukung dan mendorong terwujudnya program Kepsek sekolah penggerak tersebut.

Intinya untuk mewujudkan visi Pendidikan Indonesia maju yang berdaulat, mandiri, dan berkepribadian melalui terciptanya pelajar pancasila.

“Tujuannya untuk menyempurnaan program transformasi sekolah sebelumnya, dan saat ini akan diakselerasikan kepada kepala sekolahnya sesuai yang dicanangkan Pemerintah Pusat,” tutur kepala sekolah terbaik itu.

Lulus sebagai sekolah penggerak, secara otomatis dia akan menjadi penggerak para guru tidak hanya di SMAN 3 Solok Selatan saja, dan secara tidak langsung akan ada 9 guru penggerak di sekolahnya.

Sebab lahirnya Kepsek Sekolah penggerak terfokus pada pengembangan dan peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM) yang unggul dimiliki Kepsek maupun guru nantinya. Secara tidak langsung akan ada pembinaan khusus dan program peningkatan kualitas SDM dan prasarana dari Kemendikbud Ristek.

Mulai Kepala sekolah, wakil kepala sekolah, manajemen sekolah, dan guru dari sekolah penggerak akan mengembangkan kurikulum satuan pendidikan secara mandiri atau menggunakan kurikulum internasional.
“Sistem pembelajaran akan terpusat pada murid. Jadi, guru hanya teman belajar yang penuh inspirasi dan tempat konsultasi bagi siswa,” beber ayah tiga anak itu.

Nantinya, SMAN 3 akan menjadi model dan percontohan bagi sekolah lainnya di Solsel. Sebab tujuan pembentukan Kepala Sekolah Penggerak oleh pusat, untuk pembinaan guru dan murid di sekolah. Termasuk pembinaan guru di wilayah Solok Selatan.

“Lulus teristimewa ini sebuah penghargai yang tinggi bagi saya sebagai Kepsek, diharapkan kedepan kemajuan pendidikan dan setara dengan sekolah yang maju di Sumbar dan di Indonesia,” paparnya. (Adi