Segini Kerugian Pasca Banjir di Solsel

Masyarakat sudah mulai mendatangi rumahya pasca bencana alam banjir dahsyat melanda tiga jorong di Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari, Solok Selatan, Selasa (14/2/2021) kemarin.


Tercatat 33 unit rumah warga dan 1 fasilitas umum (fasum) terdampak oleh banjir yang mencapai atap. Dua diantaranya hanyut diseret arus Sungai Batang Siat yakni milik Maasi,60 tahun dan milik Yatino,45 tahun. Dari dampak banjir tersebut ditaksi regugian masyarakat sekitar Rp110 juta.


“Maasi sudah tidak punya rumah lagi. Karena sudah hancur terseret arus Sungai Batang Siat, beliau sekelurga masih mengungsi di rumah tetangga,” kata Wali Nagari Dusun Tangah, Radiman Sigintir, Rabu (15/12/2021).


Dia menjelaskan, warga sudah mulai datang membersihkan rumahnya. Selain yang hanyut kondisi rumah warga masih baik-baik saja, akan tetapi penuh tanah lumpur akibat direndam luapan Sungai Batang Siat yang merensam mencapai setinggi atap rumah. 


Ketinggian air pasang naik saat periswa bencana alam datang sekitar 1,5 jam dari pukul 04.30 hingga pukul 06.00 pagi. Dan sekitar pukul 08.00 wib air sudah surut kembali.
Dengan kondisi tersebut seluruh peralatan warga dipenuhi lumpur tanah. Termasuk seragamnya.

“Saat kejadian kami terlambat mendapatkan informasi lantaran sinyal seluler sulit dan Trans Dusun Tangah termasuk daerah blank spot atau tidak ada sinyal telekomunikasi dan berada di pelosok,” terangnya.


Penyebab terjadinya banjir tersebut meluapnya debit air di sungai batang siat dikarenakan intensitas hujan yang cukup tinggi dalam beberapa hari sebelumnya. 


Kemudian dijelaskan banjir yang terjadi akibat meluapnya aliran sungai batang siat tersebut dipengaruhi juga oleh aktifitas Replanting dari PT Bina Pratama Sakato Jaya (BPSJ) SS-1. 
“Jadi ini pemicu sungai kecil jadi banjir bandang,” terangnya.

Kepala BPBD Solok Selatan Richi didampingi Kabid Kedaruratan dan Logistik Fauzan menyebutkan, ada tiga jorong yang terdampak banjir di Nagari Dusun Tangah, Kecamatan Sangir Batang Hari. Dengan jumlah rumah terwndam 33 unit dan 1 unit fasum dan total kerugian dktaksir Rp110 juta.


Personel TRC BPBD dan Dinas Sosial turun kelokasi sambil mengantarkan bantuan di siang harinya usai kejadian, sebab dengan kondisi daerah disana sinyal seluler sulit. Sehingga pihak Kabupaten terlambat mendapatkan informasi.

“Hanya 3 jorong direndam banjir, 33 rumah dan satu unit fasilitas umum,” ujarnya.


Ke tiga jorong tersebut yakni Jorong Sungai Gadang, 1 unit  rumah rusak berat dan 9 terendam, termasuk 1 unit Fasilitas Umum seperti mes ikut terendam. Di Jorong tersebit terdapat 11 Kepala Keluarga (KK) terdampak.


Di Jorong Koto Lingkek sebanyak 10 rumah terendam, disana terdapat 10 KK terdampak. Dan di Jorong Sungai Cupak, 1 rumah hanyut, 12 rumah terendam jumlah ada 13 KK terdampak.


“Kemarin usai banjir kita sudah salurkan paket kebersihan keluarga, paket kids ware, lauk pauk, makanan siap saji dan matras bersama Dinas Sosial. Bantuan kain sarung, paket peralatan dapur, paket perlengkapan rumah tangga serta paket perlengkapan sholat,” ujarnya.


TNI-Polri dan Pemerintahan Kecamatan dan Nagari juga ikut terlibat membersihkan rumah warga termasuk KSB nagari setempat. (Adi)