Pembalap Tour de PDRI Etape 2 Solsel Dapat Ujian

Ratusan pembalap sepeda Tour de PDRI (Pemerintah Darurat Republik Indonesia) tahun 2021 yang dilepas oleh Wakil Bupati Solok Selatan mendapatkan tantangan dan ujian di Etape 2 Solok Selatan itu. 

Peserta dari berbagai daerah di Sumatera Barat itu mendapatkan ujian selama 24,23 KM tour Peringatan Hari Bela Negara (PHBN). Mulai dari lokasi start Ruang Terbuka Hijau (RTH) Padang Aro mereka digugur hujan lebat hingga ke lokasi finish lapangan hijau Bidar Alam, Kecamatan Sangir Jujuan. Lokasi pusat pemerintahan PDRI tahun 1948 dan 1949.

“Walaupun diguyur hujan, namun tidak mengurangi semangat peserta Tour de PDRI untuk menikmati perjalanan menuju pusat pemerintahan PDRI,” kata Sekretaris Daerah Solok Selatan, Syamsurizaldi yang juga merupakan panitia pelaksana Tour de PDRI,” Selasa (14/12/2021) di RTH Padang Aro.

Etape 2 Solok Selatan diikuti lebih dari 100 peserta, terdiri dari 70 orang peserta Tour de PDRI Provinsi dan 30 lainnya dari Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan Komunitas sepeda Solok Selatan. 

Kepala Kantor Kesbangpol Propinsi Sumbar, Jefrinal Arifin, menjelaskanTour de PDRI tahun 2021 telah dibuka secara resmi oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharulah di depan Gedung Juang 45 Kota Padang.

Walaupun perjuangan PDRI itu waktunya tidak lama, hanya 207 hari. Akan tetapi jadi penentu nasib bangsa indonesia pada waktu itu. Saat itu, ibukota dikuasai oleh penjajah, dan Soekarno dan Hatta ditawan, sehingga penjajah belanda menyebut indonesia sudah tamat.

“Namun melalui stasium radio, Mr.Syafruddin Prawira Negara yang diamanahkan oleh Soekarno dan Hatta untuk mengambil alih pemerintahan secara darurat,” bebernya.

Beliau menginformasikan ke Dunia bahwa Indonesia masih ada dan Pergerakan Syafruddin selalu diintai Belanda saat itu.

“Tidak hanya Tour de PDRI, bebagai rangkaian acara peringatan Hari Bela Negara di Sumatera Barat diadakan seperti napak tilas, seminar, pameran dan sebagainya,” ucapnya. 

Wakil Bupati Solok Selatan  Yulian Efi mengatakan, Hari Bela Negara merupakan sikap, tekad, perilaku warga negara yang menunjukkan kecintaannya kepada negara.  Setiap warga negara memiliki kewajiban yang sama dalam masalah pembelaan negara. 

“Hari ini kita gelar Tour de PDRI sebagai bentuk menghargai semangat juang para pejuang tanah air dan perjuangan tokoh PDRI,” katanya. (Adi)