Tak Mau Vaksin, Anak Dilarang Belajar di Sekolah

Plt Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solsel Irwandi Osmaidi


Solok Selatan, Kopasnews.com–  Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahrga (Budparpora) Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, memberikan pernyataan keras kepada orang tua siswa. 

Peserta didik atau siswa dilarang belajar di sekolah, jika orang tuanya tidak mau di vaksin.

“Silahkan anaknya belajar di rumah bersama orang tuanya secara daring, jika tidak mau di vaksin,” tegas Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Budparpora Solok Selatan, Irwandi Osmaidi, Rabu (1/12/2021) kepada media di lobi kantor Bupati Solsel.

Dia menegaskan, syarat utama belajar tatap muka adalah vaksin. Jika tidak mau divaksin, silahkan belajar di rumah. 

Termasuk penyaluran seragam gratis. Kalau tidak vaksin, maka tidak bisa diberikan kepada siswa melalui orang tuanya. Sebab, syarat pengambilannya adalah mau di vaksin.

Arti kata, belajar tatap muka di sekolah yang menentukan adalah vaksin.

“Ortu wajib vaksin, kalau anaknya mau belajar di sekolah,” ungkap pria yang akrab disapa OS.

Sebagian sekolah di Solok Selatan menurut Osmaidi, sudah ada yang sudah 100 persen orang tuanya di vaksin. 

“Rata-rata disetiap sekolah sudah diatas 70 persen,” ujarnya.

Bagi masyarakat. Penegasan Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Solok Selatan adalah sebuah kabar gembira menyambut belajar tatap muka penuh di sekolah.

Namun vaksin ini bisa mengancam kelangsungan pendidikan anak bangsa di daerah berjulukan Sarantau Sasurambi itu.

“Kondisi ini, jika orang tuanya belum di vaksin atau tidak mau divaksin dengan berbagai alasan masing-masing,” tanggapan M.Rezi masyarakat Solsel.

Dia menyebutkan, kemungkinan yang benar-benar tak mau vaksin, kisaran 0,1 atau 0,3 persen. Langkah yang diambil dinas ada positif dan negatif.

“Positifnya mungkin untuk daya tahan tubuh seperti disampaikan Pemerintah, negatifnya anak didik akan di rumahkan. Mudahan saja tidak ada yang belajar di rumah dengan orang tuanya,” harap ayah lima anak itu. (Adi)