Raih 3 Medali Dilevel Nasional, Bukti SDM Pelajar Solsel Mampu Berdaya Saing

Tiga orang siswa SMPN 1 Solok Selatan (Solsel) pada ajang Kompetisi Sains Nasional (KSN) tingkat Nasional tahun 2021. Ini bukti keberhasilan guru dalam mendidik muridnya di sekolah.

Medali perak dan perunggu diraih siswanya, menjadi kado terindah di Hari Guru Nasional (HKN) dan HUT Kopri ke 76 dan sejarah baru bagi Kabupaten Solok Selatan untuk prestasi akademik ditingkat SMP sederajat di level nasional. 


Berikut penjelasan Aisyah Ikhsan peraih medali perak, Daffa Fauzi dan Aisyah Putri Salsabila masing-masing peraih medali perunggu usai menerima reward dan penghargaan diserahkan oleh Pemerintah Kabupaten Solok Selatan ?

Prestasi Kompetensi Sains Nasional tahun 2021 menjadi bukti, bahwa pelajar daerah Solsel juga mampu berkiprah di nasional dan hasil bimbingan para guru di sekolah.Ajang KSN itu. 


Kerja keras dengan bersungguh-sungguh dalam memecahkan mata uji bidang studi IPA mata pelajaran Kimia, Fisika dan Biologi. Menjadi bukti pelajar Solsel mampu berdaya saing dengan ratusan wakil 34 Provinsi se Indonesia, disisi Sumber Daya Manusia (SDM) bidang akademik pada ajang KSN yang digelar Kementerian Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi (KemenRistek) RI melalui Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas) tahun 2021.


“Medali perak ini saya raih dan saya persembahkan untuk guru yang telah mendidik dan membimbing kami. Termasuk sekolah, dan daerah Solok Sekatan di HKN ini,” kata Aisyah Ikhsan, peraih medali perak ajang KSN tingkat nasional usai terima piagam dan reward sebesar Rp5 juta dari Bupati Solok Selatan Khairunas, Rabu (25/11/2021) di GOR Rimbo Tangah.  

Siswi kelas XIII SMP 1 Solok Selatan menuturkan, apa yang ia raih bersama dua rekan sekolahnya yang lain sebagai bukti pelajar Solsel juga bisa berdaya saing di nasional. 


Keberhasilannya tidak lepas dari dedikasi guru pembimbing di sekolah seperti Wirza Nengsih MPd, Riri Fitri Roza, SPd dan Winda Yuliani, SPd. Ketiganya merupakan guru mata pelajaran IPA SMPN 1 Solsel. 


Kendala yang dihadapinya saat memecahkan teori dan observasi di ajang KSN di Jakarta, tidak ada. Namun yang paling sulit terkait pengamatan observasi dalam mengamati vidio dan percobaan-percobaan mata pelajaran kimia. Sebab Kimia, matapelajarn tersebut tidak ada di sekolah.


“Andai saja mata pelajaran Kimia tidak masuk dalam kompetisi KSN, mungkin saya bisa raih medali emas,” ujarnya berharap ada penerus lainnya yang mampu lebih baik lagi diajang Nasional.


Daffa Fauzi kelas IX, peraih medali perunggu bidang studi IPA. Dia mengaku kesulitan saat presentasi mata pelaharan kimia, sedangkan bioligi dan fisika tidak ada kendala sama sekali.

Kimia sewaktu di SMP masih sedikit dipelajari, disini agak kesulitan yang dihadapinya ketika adu pengetahuan membedah mata pelajaran dengan moto sains.


“Mudahan pelajar Solsel lainnya bisa melanjutkan perjuangannya. Tahun depan, muncul peraih medali emas Sain Nasional dari Solsel,” ujarnya sambil mengucapkan Amiin.


Harapan yang sama terbutik dari Aisyah Putri Salsabila, siswi kelas IX IPA SMPN 1 Solsel. Peraih medali perunggu. Kimia menjadi mata pelajaran yang sulit baginya, soalnya belum mendalami di SMP disitu sisi kelemahan. Dia bersyukur mampu meraih medali perunggu.


“Di Hari Guru Nasional, prestasi ini saya persembahkan untuk guru. Terutama ayah saya dari pensiunan guru, ini untuk ayah, ibu, guru,” ujar anak bungsu pasangan Martius dan Faridawati.

Tiga Pelajar SMPN 1 Solsel Berhasil meraih medali ajang KSN di tingkat nasional
Siswa dan Guru hebat yang membanggakan Kabupaten Solok Selatan Provinsi Sumatera Barat


Kepala SMPN 1 Solok Selatan, Yuges Oktris bangga atas prestasi anak didiknya. Pecahkan tiga medali di tingkat nasional, katanya, menjadi sejarah baru bagi pelajar Kabupaten Solok Selatan ajang Sains Nasional.

Yuges mengaku, sejak ketiga anak didiknya mewakili Solsel ke tingkat Provinsi Sumbar ajang KSN. Sekolah menuntut guru lebug proaktif dalam pembinaan siswa secara matang dibidang studi IPA, disamping membantu penguatan materi dari pembimbing nasional. 


Seperti pihak pembimbing dari kalangan Perguruan Tinggi seperti Unand Padang dan UNP, serta melibatkan Guru Garis Depan (GGD) yang ada di Kabupaten Solok Selatan. 


“Mata pelajaran kimia belum ada di sekolah, kedepan kiat akan prioritaskan bagi siswa berbakat. Ini kendala siswa kami saat presesntasi bedah teori dan observasi mapel kimia, biologi dan fisika di tingkat nasional,” tuturnya.


Bupati Solok Selatan Khairunas berharap dimasa mendatang banyak lahir pelajar yang berdaya saing dan berprestasi diberbagai bidang pendidikan. Baik di Provinsi dan Nasional.


“Pendidikan program unggulan kami, jadi apa yang diraih tiga pelajar SMPN 1 Solsel. Sebuah prestasi bagi anak didik, guru, sekolah dan daerah. Ayo, bangkit guru. Solsel terus berprestasi,” ucapnya siap mendukung program pendidikan berkemajuan di daerah. (Adi)