Ancaman dan Konflik Era Keterbukaan Informasi Mudah Berkembang


Padang Aro, Kopasnews.com — Bupati Solok Selatan Khairunas menyebutkan, di era keterbukaan informasi, perubahan global begitu berkembang cepat. 

Jika stake holder terkait tidak cermat menyikapinya, bisa berpotensi menimbulkan ancaman atau konflik ditengah masyarakat. Baik konflik vertikal maupun horizontal. 

“Perlu dilakukan penanganan terintegrasi, jika potensi ini terjadi ditengah masyarakat,” pesan Bupati Solok Selatan Khairunas,  Selasa (9/11/2021) di Hotel Pesona Alam Sangir.

Ditegaskan Bupati, perlu peningkatan kewaspadaan dan menjaga keamanan untuk tertibnya di masyarakat. Guna mendukung terwujudnya rasa keamanan, mulai tingkat Nagari, Kecamatan dan Kabupaten.

Stake Holder harus mampu berkomunikasi dan memfasilitasi tokoh adat dan tokoh agama di daerah ini. Sebagai konsep penyelesaian masalah disamping tugas pemerintah.

“Kita melihat potensi konflik di Solsel sangatlah kecil, seperti konflik lahan, perbatasan yang sudah terjadi di Solsel. Stakeholder terkait jangan meninggalkan tokoh adat dan tokoh agama, untuk penyekesaiannya,” jelasnya.

Di Solsel ada 35 perusahaan, baik perkebunan dan lainnya. Lebih luas dihuni perusahaan dari pada yang ditempati masyarakat daerah.

“Sampai hari ini masih bisa diatasi konflik masyarakat dengan perusahaan,” terangnya. 

Kepala Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Zulhendra Wilson menyampaikan, semua pihak  harus siap dan mampu jadi mediator ketika terjadi

konflik, baik bersifat horizontal maupun vertikal ditengah masyarakat serta dunia usaha.

Hal ini dikatannya saat sosialisasi manajemen penanganan konflik yang diikuti 56 peserta, pihak Kecamatan dan perwakilan masyarakat nagari.

“Intinya untuk menyiapkan pemahaman peserta, terkait keamanan dan ketertiban. 

Maka konsep penanganan konflik di masyarakat kita bekali hari ini,” paparnya. (Adi)