Harga Jagung Kering Menyusut Sejak Beberapa Bulan Terakhir


Sempat meroket selama wabah pandemi, kini kondisi harga jagung di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat mengalami penurunan harga.

Kondisi ini disebabkan keluhanan Gabungan Asosiasi Pengusaha Peternak Ayam Nasional (Gopan) menyampaikan keluhan ke Presiden Joko Widodo di Istana Negara beberapa bulan lalu.

 “Sejak dua bulan terakhir harga jagung kering alami penurunan harga, dari Rp5.600 perkilogram hingga Rp4.200 perkilogram,” kata Mairadi petani jagung di Sungai Salak, Minggu (24/10/2021).

Awalnya jatuh diharga Rp5.000, kemudian Rp4.700 dan sekarang dihargai pedagang seharga Rp4.200 perkilo. Dia tidak tau persis apakah harga jagung akan terus alami penurunan atau masih tetap bertahan.

“Kalau harga jagung kering dibawah Rp4.000 dibeli pedagang, petani akan mengalami kerugian. Sebab pupuk mahal,” terangnya.

Khairul, Petani lainnya menyebutkan, jagungnya terjual seharga Rp4.300 perkilogram. Dia mengaku sejak menanam jagung belum pernah menjual hasil panennya Rp5.000 keatas, mungkin saja rezkinya sebanyak itu.

“Biasanya paling tinggi saya menjual jagung Rp4.700, hasil panen jagung saya belum pernah merasakan harga diatas Rp5.000,” tuturnya.

Eman, Pedagang Jagung mengatakan, terakhir harga tertinggi jagung petani dibelinya Rp5.300 perkilogram, empat hari setelah itu jagung alami penyutan harga hingga Rp4.700 perkolo.

“Kini masih Rp4.200 perkilogram, kalau soal akan alami penurunan harga lagi. Itu tergantung harga beli di kandang peternak dan stok jagung,” bebernya. (Dia)