Perantau S3 Dukung Pengembangan Wisata Sumbar Bagian Selatan Terintegrasi


Jakarta, Kopasnews.com — Perantau Minang Solok Saiyo Sakato (S3) bahas pengembangan wisata daerah di Sumbar bagian Selatan, bagaimana mampu menjadi wisata terintegrasi yang nantinya dapat berdaya saing secara nasional dan skala Intenasional.

Sekretaris Jendral Dai Rantau Minang, Darmilus, turut mendukung ide wisata terintegrasi antara tiga Kabupaten/Kota yang dulunya berada dibawah satu wilayah administratif Kabupaten Solok. Apalagi Solok Selatan juga dikenal dengan banyak potensi wisatanya.

“Kita lihat wisata untuk Sumbar bagian Selatan (Solok Selatan, Solok, Dharmasraya, dan lainnya), perlu terus kita wacanakan untuk dikembangkan. Namun saat ini masih mengandalkan wisatan di Sumbar Bagian Utara saja seperti Bukittinggi dan lainnya,” kata Darmilus, Kamis (21/10/2021) di Jakarta.

Dilihatnya Solok Selatan dikenal memiliki banyak potensi wisata, bahkan sudah top untuk tingkat nasional pemenang Anugerah Pesona Indonesia Tahun (API) seperti Kawasan Seribu Rumah Gadang (SRG) dan Rumah Gadang Panjang yang dikenal dengan rumah gadang terpanjang di Dunia. 

Selain itu, memiliki banyak jalur sungai untuk wisata arung jeramnya, kini terkenal terbaik di dunia.

Menurutnya, Solok dan Solok Selatan memiliki banyak potensi wisata yang jika diintegrasikan akan menjadi satu kawasan wisata terpadu antara 3 kabupaten/kota tersebut.

“Bagaimana wisata di Sumbar bagian selatan ini bisa menjadi tujuan utama, harus benahi insfrastruktur jalannya,” papar tokoh perantau minang itu.

Sementara, Bupati Solok Selatan Khairunas menyampaikan rasa bahagianya ketika bersilaturahmi dan berdiskusi dengan organisasi perantau Solok Saiyo Sakato (S3), organisasi perantau yang berasal dari Kabupaten Solok, Kota Solok, dan Kabupaten Solok Selatan tersebut, dihadiri Sekretariat DPP S3 di Senen, Jakarta Pusat.

“Hasil diskusi kita dengan perantau S3,  Solok tidak terpisahkan satu sama lainnya dan akan tetap bersatu. Bahkan kita mengkaji pengembangan wisata terintegrasi di Sumbar bagian selatan,” ujarnya.

Bupati turut menyambut baik ide wisata terintegrasi sebagaimana yang disampaikan Sekjen S3 dan perantau lain dalam silaturahmi tersebut.

Dia menambahkan bahwa salah satu titik penekanan yang harus didorong untuk diperbaiki secara bersama-sama guna terwujudnya wisata terintegrasi tersebut.

Perbaikan ruas jalan nasional yang berada di Kabupaten Solok, tepatnya antara Alahan Panjang dan Surian yang mengalami kerusakan parah, sehingga menyebabkan akses ke Solok Selatan pun ikut terganggu karena melewati ruas jalan tersebut.

“Kami sudah bertemu Gubernur, Bupati Solok, dan sebelum bertemu Perantau S3 siang tadi kami sudah bertemu dengan pejabat di Kementerian PU-PR,” kata Bupati.

Semuanya sebagai upaya mendorong perbaikan jalan nasional menuju Solok Selatan, termasuk memperbaiki kerusakan jalan di wilayah Kabupaten Solok.

Silaturahmi Bupati didampingi Wakilnya Yulian Efi, Ketua DPRD Zigo Rolanda, Sekdakab Syamsurizaldi, Asisten Perekonomian Putra Nusa, serta sejumlah Kepala OPD.

Di pihak S3, hadir Sekjen Solok Saiyo Sakato Edi Moeras mewakili Ketua Umum DPP S3 Firdaus Oemar yang berhalangan hadir, Dewan Pakar yang juga Wakil Ketua MUI Bidang Pengembangan Ekonomi Umat Dr. Fikri Bareno, Sekjen Dai Rantau Minang Darmilus, Jhoni Ersal Dt. Rajo Panghulu, serta sejumlah pengurus S3 lainnya. (Adi)