Gugat, Wali Zainal Jalani 9 Kali Sidang

Wali Nagari Alam Pauh Duo, Zainal Abidin menunggu hasil keputusan Pengadilan Negeri Koto Baru Solok, terkait perkara tanah desa di nagari yang telah melalui 9 kali persidangan di pengadilan.

“Benar, sudah 9 kali persidangan di PN Kotobaru, Solok. Saya melakukan gugatan atas tanah desa kepada tergugat berdasarkan Keputusan Bupati Solok Selatan no.460.61-2018 tentang penetapan Wali Nagari Alam Pauh Duo sebagai penggugat,” kata Zainal Abidin.

Dia mengajukan gugatan kepada HP,39, dan RL,41, suami istri yang menempati objek perkara, warga Jorong Pakan Selasa, Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo, Solok Selatan.

Penggugat mempunyai objek parkara Aset Tanah Nagari (ATN) dibeli dari Tianab nenek dari tergugat. Objek parkara itu terletak di pinggir jalan raya Muara Labuh- Padang Aro, Pakan Selasa.

Sebelah Utara berbatas dengan Puskesmas Pembantu (Pustu), Selatan : tanah milik Tianab (rumah tergugat), Timur : Bandar dan Barat : Jalan Raya Muara Labuh- Padang Aro.

“Diatas tanah objek perkara tersebut ada bangunan Kantor Desa berukuran 10×10 meter yang berbentuk gonjong, sekarang menjadi warung tergugat,” paparnya.

Diperjelas Zainal, tanah perkara tersebut dulu dibeli Rp100 ribu oleh Jamaludin Dt.Tandewano sebagai Kepala Desa dan Syahril sebagai Sekretaris Desa Pakan Selasa di tahun 1984 melalui Dana Bantuan Desa (Bundes).

Di tahun 2000, terjadi peralihan Desa menjadi Nagari, otomatis aset Desa beralih menjadi aset Nagari di atur pasal 21 ayat 2 Peraturan Daerah Sumatera Barat nomor 9 tahun 2000.

“Artinya kekayaan desa menjadi sepenuhnya milik nagari dan sebaliknya,” sebut Zainal.

Nah, objek perkara tersebut di tahun 2008-2009 dimamfaatkan untuk pos lantas Solsel, dan di tahun 2019 dipakai oleh pemuda untuk Sekretariat Pemuda Pakan Selasa.

“Namun tergugat tidak mau menyerahkan, sehingga  kita melakukan gugatan ke PN Solok,” paparnya. (Adi)