Ratusan Kepsek Ikuti Seleksi Calon Kepsek Sekolah Penggerak Secara Nasional

  • Adit
  • 10 September 2021
  • Komentar Dinonaktifkan pada Ratusan Kepsek Ikuti Seleksi Calon Kepsek Sekolah Penggerak Secara Nasional


Kompetensi ratusan Kepala Sekolah di Solok Selatan akan diuji untuk diseleksi sebagai motor sekolah penggerak di daerah sesuai standar pendidikan nasional yang dicanangkan pemerintah Pusat.


“Ada 237 Kepala SD DAN 34 SMP di Solsel yang mengikuti seleksi sekolah penggerak, mereka akan jadi cikal bakal membentuk pendidikan yang bersandar nasional sesuai perkembangan zaman,” kata Bupati Solok Selatan Khairunas, Jumat (10/9/2021) di aula kantor Bupati Solsel.

Mudahan saja Solok Selatan memiliki banyak kuota kepala sekolah penggerak itu, dan ini bergantung pada kompetensi dimiliki saat seleksi nantinya.

“Kita hanya mempersiapkan kepala sekolahnya, bukan sekolahnya. Kepsek yang lolos ini wajib mampu memotivasi, serta bisa bekerja sama dengan seluruh guru dalam pendampingan kemajuan pendidikan,” jelasnya.

Dia menjelaskan, melalui sekolah penggerak diharapkan dapat menghindari likuidasi sekolah. Hal ini menjadi acuan bagi Pemerintah Pusat melalui penerapan sekolah penggerak atau sekolah yang memotivasi.

Sebenarnya liquidasi sekolah yang telah dilakukan sesuai aturan Pemerintah Pusat, bukan salahnya murid atau masyarakat. Akan tetapi kepala sekolah yang tidak solid dengan majelis guru. Sehingga berdampak terhadap penutupan dan penggabungan sekolah.

“Sepanjang kepala sekolahnya bagus memimpin sekolah dan berdaya saing. Maka sekolah itu dengan sendirinya akan banyak peminatnya, tergantung pada kompetensi atau wawasan kepala sekolahnya,” paparnya.  

Rekrutmen nasional ini, kata Bupati, sebagai program unggulan yang akan diterapkan di Solsel. Yang meletakan guru dan kepsek saat ini sebagai pejuang pendidikan.
Sebagai rencana jangka panjang mempersiapkan Solok Selatan memiliki Sumber Daya Manusia (SDM) berkualitas, untuk persiapan pendidikan lebih baik kedepannya.
“Solsel dikenal hingga ke nasional kaya akan Sumber Daya Alam (SDAnya) akan tetapi miskin akan Sumber Daya Manusia (SDM),” terangnya.

Kepala Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) Sumbar, Muhammad Sofian Asmirza, mengatakan, ratusan Kepsek di Solsel ini akan diseleksi tahap pertama 4-30 Oktober 2021, di November wawancara dan di Desember 2021 hasilnya kita umumkan. Untuk memilih berapa jumlah kepala sekolah terbaik.

Dia mengatakan sangat mendukung program Pemkab Solsel yang sangat antusias dalam mewujudkan sekolah penggerak.

Mudahan saja sebutnya, seluruh kepsek yang mengikutinya mendapatkan nilai yang baik, dan saat dites nantinya banyak yang lulus. 
“Intinya dalam mempercepat kualitas pendidikan yang berdaya saing, serta berkarakter di Solsel,” tuturnya.

Yang akan diuji misi yang ingin dicapai kepsek, kompetensi kepemimpinan pembelajaran, kemampuan pendampingan (coaching), serta kemampuan untuk membangun kerjasama. (Adi)

error: Content is protected !!