Pustaka manual Kabupaten Solok Selatan nihil pengunjung

Selama masa pandemi Covid-19 di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, perpustakaan manual tidak lagi dikunjungi masyarakat. Seperti perpustakaan Kabupaten dan Nagari.

Namun telah tersedia perpustakaan digital (i-Solok Selatan) selama wabah corona melanda, aplikasi ini mulai ramai diminati masyarakat. Terutama mahasiswa dan pelajar.

Bahkan selama tahun 2021, jumlah pengunjung pustaka digital Solok Selatan sudah lebih dari 2.025 pembaca.

“Pustaka Digital sudah mulai banyak pengunjungnya, hingga akhir Agustus 2021 jumlah kunjungan pustaka digital kita (i Solok selatan) mencapai 2.025 pengunjung. Kalau pustaka manual kabupaten, belum satupun ada catatan pengunjung dari data kami,” ujar Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Solok Selatan, Yalasri, Rabu (8/9/2021).

Katanya belum ada pengunjung yang datang membaca, meminjam buku dan belajar komputer di pustaka kabupaten Solok Selatan itu. Kalau pustaka digital peminatnya lebih banyak mahasiswa, dan siswa SMA sederajat. Hal ini terlihat di halaman admin aplikasi isolokselatan.moco.co.id, bahkan sudah tersedia di playstore.

Mungkin saja banyak referensi yang dicari mahasiswa dan siswa untuk tugas kampus dan tugas rumahan selama belajar menggunakan android secara online. Sebanyak 11.000 koleksi buku dan 8.000 judul. 

“Pembaca terbanyak mahasiswa dan siswa. Data ini terlihat diaplikasi pustaka digital kita yang dikelola admin dinas pustaka,” terangnya.

Di pustaka digital sebutnya, pengunjung bisa langsung menemukan beragam judul e-book dengan berbagai kategori yang dapat di pinjam dan dibaca kapan saja dan dimana saja. Dari fisik hingga fotografi dengan mudah bisa didapatkan melaui aplikasi tersebut.

“Aplikasi buku digital ini banyak dikunjungan dalam masa pandemi,” jelasnya.

Pepengunjung bisa membacanya setelah melalui proses pilih perpustakaan, dan daftar sebagai anggota. 

Dengan teknologi terbaru, membaca buku digital di iSolok Selatan mulai banyak peminatnya. Karena sudah banyak masyarakat yang tau aplikasi ini dan barangkali sudah dishare ke calon pembaca lainnya.

“Membaca buku di gital tersebut lebih asyik, karena jenis buku bisa diatur sesuai dengan keinginan,” tuturnya. (Adi)