Perpustakaan Kabupaten seperti disulap jadi sebuah museum, hanya sebatas penyimpanan buku bacaan dalam masa pandemi covid-19. 

“Buku bacaan kini hanya terpajang di rak-rak, sebab selama pandemi tidak satu pun masyarakat yang datang berkunjung untuk membaca atau meminjam buku di Pustaka Kabupaten,” kata Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Solok Selatan, Yalasri, Senin (23/8/2021) di Padang Aro.

Ruang perpustakaan daerah itu terlihat kosong dan hampa. Termasuk komputer tempat belajar bagi masyarakat hanya menyisakan debu yang terus berulang kali dibersihkan oleh petugas pustaka.

Pembaca atau meminjam buku, termasuk yang mau belajar komputer jaringan di Pustaka, baik pelajar, mahasiswa maupun masyarakat umum sudah bisa dikatakan nol persen.

“Pustaka yang kami kelola ini bisa didapatkan nol persen pengunjung,” tuturnya.

Kondisi terkini sebut Yalasri, masih tersedia 8.000 judul dari 11 ribu lebih koleksi buku bacaan di perpustakaan Kabupaten, namun masih tersusun rapi seperti sedia kala.

Biasanya sebelum datang pandemi, pengunjung yang datang membaca, meminjam buku atau belajar komputer, setidaknya ada kisaran 15-25 orang perhari.

“Sekarang hanya ada petugas penjaga pustaka, duduk dan membersihkan debu yang menempel di buku dan di sekitar ruangan pustaka,” ucapnya. (Adi)