Peserta tes CPNS dan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) wajib membawa surat hasil swab Antigen, ketentuan itu akan menjadi keputusan Badan Kepegawaian Negara (BKN).

Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi BKN Mohammad Ridwan, memaparkan tiga ketentuan protokol kesehatan yang diberlakukan pada saat pelaksanaan Standar Kompetensi Dasar (SKD) bagi CPNS dan PPPK.

Tiga ketentuan itu, katanya, sudah mengacu pada arahan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebagai Satgas Covid-19.
Adapun 3 ketentuan bagi peserta ujian SKD CPNS 2021 sebagai berikut.
1. Wajib tes RT PCR, (H-2), rapid tes antigen (H-1), dengan hasil negatif.
2. Wajib masker 3 ply dan ditambah masker kain di bak luar (double masker)
3. Khusus peserta di Jawa, Madura dan Bali, sudah di vaksin dosis pertama.

Artinya, bagi peserta yang diluar daerah Jawa, Madura dan Bali tidak diwajibkan.
Sementara Deputi Bidang Sistem Informasi Kepegawaian BKN Suharmen menyebutkan, ketentuan ini juga dilakukan untuk mencegah klaster baru penyebaran Covid-19. Dan ini perlu disosialisasikan dari sekarang agar para peserta tidak kaget. 

“Saya hanya mengingatkan para peserta seleksi CPNS 2021 dan PPPK untuk siap-siap dengan persyaratan swab antigen ini,” ujar Suharmen.

Namun, apabila peserta ujian SKD CPNS dan PPPK tahun 2021 dinyatakan positif Covid-19 setelah melakukan swab antigen, masih akan diberikan kesempatan untuk ikut seleksi.

“Bagi yang positif, ada kesempatan bagi mereka ikut tes TKD. Hak mereka tidak akan kita rugikan,” jelasnya.

Menurut Plt Kepala Badan Kepegawaian Negara (BKN) Bima Haria Wibisana, ketentuan bagi peserta CPNS dan PPPK yang terpapar Covid-19 masih seperti tahun sebelumnya, dimana masih diberikan kesempatan mengikuti seleksi dengan tidak menghilangkan hak-hak peserta SKD.

“InsyaAllah mereka masih bisa ikut seleksi CPNS 2021 dan PPPK. Namun, tergantung dari sarana prasarana di daerahnya juga,” paparnya. 

Pada pelaksanaan SKD CPNS dan PPPK nanti, peserta yang swab antigennya positif, jadwal seleksinya nanti dibedakan. Mereka akan diberikan kesempatan ikut seleksi pada sesi terakhir,” kata Bima.

Bima mengimbau, agar para peserta seleksi CPNS dan PPPK 2021 terus menjaga kesehatan, menghindari kerumuman, dan melakukan aktivitas yang bisa memicu penyebaran Covid-19.

“Dengan menjaga kesehatan, peserta tidak akan tertunda mengikuti seleksi CPNS dan PPPK begitu jadwalnya ditetapkan dikutip dari portalsulut.com,” ujarnya.**