Burung pipit memberikan ancaman terhadap padi sawah masyarajat di Solok Selatan

Komuditi padi sawah salah satu sektor penghidupan bagi para petani dalam menyambung hidup dan biaya pendidikan keluarga.

Namun kini para petani sawah pun linglung, banyak cara yang dilakukan juga belum berhasil untuk mengusir burung pipit yang selalu memberikan ancaman terhadap padi sawah petani. 

“Kita telah mencoba berbagai cara, namun belum ampuh mengusir burung pipit di sawah. Seperti bunyi-bunyian dari bambu, kaleng, bahkan dengan jaringan pun juga belum ampuh usir pipit,” kata Piak Ayin, 54, petani sawah di Sungai Salak, Nagari Lubuk Gadang Utara, Kecamatan Sangir, Minggu (22/8/2021).

Burung pipit ini semakin menjadi-jadi, setidaknya sekali merayap di sawah masyarakat ribuan ekor. Jika padi dibiarkan saja, seminggu sudah habis dimakan burung. Tinggal batang dan dahan. Hal ini dialami para petani sawah.

“Di daerah lain juga seperti yang kami alami, mungkin pipit sudah menjadi hama yang mengancam pertanian kami,” terangnya.

Petani lainnya juga memaparkan, jenis burung pipit yang paling bandel dan tidak takut di usir adalah jenis pipit emprit. Termasuk jenis bondol, dan yang paling banyak saat ini adalah burung tampuo.

“Kalau tidak setiap pagi, siang dan sore kita melakukan pengusiran di sawah. Maka, buah padi hanya akan tinggal batang dan daun saja untuk petani,” tutur Puri petani sawah lainnya.

Padinya sawahnya 25 persen habis di makan burung. Bahkan padi tetangganya. Hanya tinggal separoh, sebab tidak setiap harinya ia melakukan pengusiran burung pipit.

“Sejak petani banyak beralih ke tanaman jagung, sehingga ancaman besar dialami petani sawah. Burung dalam jumlah banyak menyerbu buah padi ketika sudah mulai berisi,” ujar ayah tiga anak itu.

Petani sawah lainnya di Nagari Lubuk Gadang Timur, Pitrawati menuturkan, padi sawahnya juga menjadi ancaman pipit.

Ketika ia menerima jasa bekerja di sawah atau dilarang petani lainnya, dua hari saja ditinggalkan. Padi Sudah banyak isinya dimakan pipit.

“Yang jelas petani sawah, juga panik dengan ancaman pipit,” papar warga Sungai Lingkitang itu. (Adi)

Kondisi padi sawah masyarakat pasca diserang oleh burung pipit di Solok Selatan