Positivity Rate Menurun, Satgas Covid Agam Waspadai Kluster Agustusan

  • Adit
  • 18 Agustus 2021
  • Komentar Dinonaktifkan pada Positivity Rate Menurun, Satgas Covid Agam Waspadai Kluster Agustusan

Rapat evaluasi mingguan Satgas Penanganan Covid-19 Kabupaten Agam di Aula Utama Kantor Bupati, Rabu (18/8).

Agam, Kopasnews — Positivity rate Covid-19 di Kabupaten Agam mengalami penurunan dalam beberapa hari terakhir. Kendati begitu, Satuan Tugas Penanganan Covid-19 setempat diminta makin memperketat protokol kesehatan demi mengantisipasi kluster agustusan.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Agam, Irwan Fikri Dt. Parpatiah yang juga Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 kabupaten itu saat rapat evaluasi mingguan di Aula Utama Kantor Bupati, Rabu (18/8).

Dikatakannya, secara nasional maupun regional positivity rate atau kasus terkonfirmasi positif Covid-19 menunjukan tren penurunan. Meski begitu, pihaknya meminta tim Satgas setempat untuk tidak lengah.

“Kita jangan terburu-buru menyimpulkan kasus ini sudah terkendali. Untuk benar-benar memenangkan perjuangan melawan wabah ini, kita harus tetap disiplin dan lebih memperketat lagi penerapan protokol kesehatan Covid-19,” kata Irwan Fikri.

Menurutnya, ledakan positif Covid-19 pada Juli 2021 merupakan imbas dari kegiatan masyarakat yang tidak terkendali pada saat lebaran Idul Adha. Agar tidak kembali memicu ledakan positif Covid-19 periode ini, pihaknya mengajak tim untuk fokus mengawasi kegiatan masyarakat, khususnya pelaksanaan kegiatan Agustusan.

“Bupati sudah mengeluarkan Surat Edaran untuk tidak mengadakan kegiatan yang mengundang kerumunan. Untuk itu intensifkan sosialisasi, lakukan razia, kapan perlu hingga pemberian sanksi,” ucap wabup.

Dengan menurunnya kasus positif dan meningkatnya kasus kesembuhan Covid-19, pihaknya mengapresiasi perjuangan tim Satgas beberapa hari terakhir, terutama petugas kesehatan yang berada di garda terdepan.

“Kemudian apresiasi kepada Forkopimda, OPD yang bertindak langsung dalam penanganan Covid-19. Mari terus kita solidkan barisan, sekali lagi jangan lengah sampai pandemi ini benar-benar dimenangkan,” tuturnya lagi.

Pada kesempatan itu, Kapolres Agam yang juga Wakil Ketua Harian Satgas Penangan Covid-19, AKBP Dwi Nur Setiawan mengusulkan warga yang terpapar Covid-19 untuk tidak lagi menjalani isolasi secara mandiri di rumah masing-masing.

Kapolres lebih menganjurkan warga terpapar Covid-19 yang tidak bergejala untuk menjalani isolasi secara terpusat di tingkat nagari. Hal itu untuk menekan penularan Covid-19 di dalam keluarga dan masyarakat sekitar.

“Isolasi mandiri kalau bisa dialihkan ke isolasi terpusat seperti rumah sehat yang sudah ada di beberapa nagari. Karena kita mengkhawatirkan penularan Covid-19 dari orang tak bergejala terus terjadi,” ujarnya.

Menurut Kapolres, berdasarkan riset dan aturan Kementerian Kesehatan RI, satu orang yang terpapar Covid-19 bisa menularkan hingga ke lima orang lainnya. Untuk itu pihaknya juga menekankan betapa pentingnya tracing untuk dilakukan.

“Kami di institusi Polri, untuk wilayah hukum Polres Agam tracing ini sudah dilakukan melalui Bhabinkamtibmas. Lalu mengimput data-data ke Silacak, sehingga kasus positif dapat dilacak dan dikontrol,” ungkapnya lagi.

Selain itu, untuk menekan penularan Covid-19, pihaknya juga berharap tim Satgas Covid-19 juga turut menggencarkan razia terhadap cafe-cafe yang masih beraktivitas hingga jam 22.00 WIB.

“Aktivitas baralek masyarakat juga mengkhawatirkan, demikian juga kegiatan peringatan agustusan masyarakat, ini perlu kita awasi,” ujar Kapolres.

Hal senada juga diutarakan Kepala Bidang Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Dinas Kesehatan Kabupaten Agam, Tri Pipo. Dikatakan, isolasi mandiri membuat pihaknya kewalahan mengawasi warga yang terpapar Covid-19.

“Jika isolasi dilakukan secara terpusat minimal di tingkat nagari, saya meyakini petugas kesehatan kita mudah melakukan pemantauan terhadap warga yang terpapar Covid-19,” sebutnya.

Pihaknya juga mengimbau kepada masyarakat yang telah melalukan vaksinasi Covid-19 dosis pertama untuk dapat menuntaskan vaksinasi hingga dosis kedua.

“Masih sekitar 8 ribuan lagi yang belum menjalani vaksinasi Covid-19. Kami mengimbau untuk disegerakan agar herd immunity di masyarakat bisa terbentuk, dan kita bisa segera terbebas dari wabah ini,” tuturnya.

Diketahui, per 17 Agustus 2021, kasus aktif Covid-19 di Kabupaten Agam tercatat sebanyak 755 orang. Jumlah tersebut jauh menurun dibanding awal Agustus yakni sebanyak 1.603 orang.

Sedangkan pasien yang sudah mengalami kesembuhan sebanyak 6.121 orang dari total 7.056 kasus. Total kasus meninggal dunia akibat Covid-19 sebanyak 180 orang.(md)

error: Content is protected !!