Selama masa pandemi Covid-19, aktivitas jurnalistik tidak maksimal dijalani oleh awak media di Kabupaten Solok Selatan, Provinsi Sumatera Barat.

Sehingga tidak banyak terekspose kegiatan di masyarakat, apalagi agenda di Pemerintahan. Faktornya utama untuk menghindari diri dari penularan wabah pandemi covid-19, hal ini diungkapkan oleh awak media melalui virtual meeting bersama Kabag Humas dan Protokoler Pemkab Solok Selatan, Firdaus Firman, Jumat (13/8/2021) malam.

Panitia virtual, Jefli Oktari wartawan haluan.com, mengatakan, sejak beberapa bulan terakhir masa sulit dihadapi wartawan daerah.

Penyebabnya, kasus pandemi yang kian membuat langkah awak media terhambat. Termasuk persoalan lainnya yang mesti dipecahkan melalui “Awak Media Meeting Membangun Literasi Wacana Baru”.

Virtual Meeting perdana yang digelar Jumat malam itu, tidak seluruhnya awak media di Solok Selatan terhubung ke sistem Virtual Meeting. Karena kondisi jaringan internet yang kurang lancar beberapa bulan ini, sehingga menghambat kegiatan virtual yang akan melibatkan puluhan awak media.

“Kita memecahkan masalah bersama Kabag Humas sebagai bentuk Literasi baru bagi awak media, dalam masa sulit ini,” jelas ayah tiga anak itu.

Senada dikatakan Diki Lesmana Wartawan TVRI Sumbar, virtual meeting ini dalam membangun kebersamaan antar wartawan. Sebab aktivitas jurnalistik, hanya beberapa orang saja awak media yang muncul dilapangan.

“Maka lewat agenda ini kita bangun silaturahmi, kita upayakan jalan terbaik peliputan dalam masa sulit seperti ini,” jelasnya.

Kamisrial wartawan Klikpositif menyuarakan, alangkah baiknya adanya agenda meeting dengan kepala daerah. Banyak hal yang meski dibicarakan dengan Bupati dan Wakil Bupati Solok Selatan Khairunas-Yulian Efi.

“Sejak dilantik hingga sekarang belum ada dilakukan konferensi pers Pemkab Solsel dengan awak media,” ujarnya.

Menurut Erik Ifansyah Akbar Wartawan Antarasumbar.com, sejak beberapa bulan terakhir. Hanya tiga hingga empat orang saja wartawan di Solsel yang aktif melaksanakan aktivitas peliputan dilapangan. 

“Kadang hanya saya sendiri saja yang mencari informasi. Biasanya bisa bersenda gurau, sekarang sendiri saya malah galau,” ucapnya. 

Sementara Muhammad Zaki Wartawan Indoensia Raya dan Syahril Wartawan Padangexspo tidak banyak biacara, lantaran ganguan kesehatannya.

Termasuk Ketua PWI Solok Selatan Hendrivon dan Sudirman R Wartawan Jurnalandas.com dan Rifki Wahyudi wartawan Top Satu tidak bisa dihubungi.Sebab ketiganya masih terbaring sakit, akibat kelelahan dan gejala penyakit tifus.

Joko Nugroho Antarasumbar menyebutkan, mudahan saja situasi kembali membaik sehingga bisa lebih maksimal lagi dalam menjalani tugas dan profesi sebagai jurnalistik.

Kabag Humas Pemkab Solok Selatan, Firdaus Firman mengapresiasi agenda Virtual Meeting awak media di Solsel. Kenapa banyak wartawan tidak lagi hadir meliput kelapangan, berbagai faktor dan kondisi kesehatan yang tengah dihadapi para jurnalis.

“Ada yang tidak mau meliput lantara wabah covid-19, bahkan sebagian besar mereka hanya menghasilkan waktunya ke ladang san kasawah. Juga ada beberapa orang yang sakit gejala tifus, mereka dirawat di rumah masing-masing,” paparnya. (Adi)