Sumber Daya Alam (SDA) jenis manau hasil bumi daerah Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, diminati oleh pengusaha industri kerajinan di Kabupaten Cirebon, Provinsi Jawa Barat.

Dinilai kualitas manau asal daerah berjulukan Sarantau Sasurambi itu, lebih bagus ketimbang daerah lainnya di Indonesia. Disana ketertarikan pihak pengrajin anyaman manau di Cirebon.

“Hasil bumi kita Solsel jenis manau diminati oleh pengrajin di Cirebon, produksi kerajinan terbuat dari bahan baku manau ini untuk ekspor ke luar negeri oleh Pemerintah setempat,” ungkap Ketua Koperasi Sangir Mandiri (KSM), Amrizal, Minggu (8/8/2021).

Bahkan saat pertemuan dengan Dirjen Kementerian Industri di Jakarta Juli 2021 lalu, juga membahas terkait kualitas manau asal Solok Selatan. 

Serta banyak permintaan pengusaha furnitur akan bahan baku manau  Solok Selatan, pihak pengrajin Cirebon pun telah menggunakan bahan baku Manau daerah Solok Selatan tersebut.

Menurut pengrajin hasilnya bagus dan kualitasnya ekspor, sehingga pihak Kabupaten Cirebon ingin bersinergi dengan Koperasi Sangir Mandiri untuk mendatangkan manau yang dihasilkan dari alam Solsel.

“Bulan depan kita berencana mengirim 5.400 batang manau ke Cirebon. Diolah untuk kerajinan seperti kursi, meja dan lainnya untuk ekspor ke luar negeri,” jelasnya.

Pihak Cirebon menilai kualitas bahan baku di Solok Selatan lebih bagus ke timbang daerah lainnya. Saat presentasi di Dirjen Kementerian Industri, KSM Sangir Mandiri juga didampingi Kepala Dinas Koperindagkop Solsel Budiman dan dua orang pelaku usaha manau daerah.

Maka petani daerah perlu membentuk buffer stock rotan di dalam daerah, kata Amrizal, akan dapat meningkatkan perekonomian masyarakat. Jaga hutan dan manfaatkan isi alam untuk kesejahteraan.

“Jadi kerjasama manau ini sudah ada, tinggal petani daerah menyediakan untuk dikirim ke Cirebon,” bebernya.

Tujuannya agar masyarakat yang selama ini menjual dengan harga rendah, namun melaui sinergi Cirebon ini nilai jual manau Solsel sudah tinggi. Karena masuk dalam radar kualitas ekspor.

Sekarang ini harus diakui industri furnitur di daerah Solsel, belum mampu secara tradisional menghasilkan karya kerajinan lebih banyak. Maka jalan satu-satunya saat ini pengiriman manau dapat meningkatkan taraf perekonomian, apalagi dalam kondisi ekonomk lemah dalam masa pandemi covid-19.

“Pengrajin Cirebon bukan menjual bahan baku, tapi bahan jadi kerajinan di berbagai negara di Asia dan Eropa,” tuturnya. Adi