Pelaksanaan normalisasi Sungai Batang Pangian di Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo telah rampung dikejakan, dalam menyikapi bencana banjir yang kerap terjadi saat musim hujan.

Pelaksanaan normalisasi Sungai Pangian sepanjang 3,8 KM dalam 100 hari pertama kepemimpinan Bupati dan Wabup Solok Selatan.

“Normalisasi Sungai Pangian sebagai bentuk memutus mata rantai banjir di Sungai Kunyit, akibat pendangkalan sungai, penumpukan sendimentasi lumpur sehingga terganggunya aliran sungai batang pangian,” kata Bupati Solok Selatan Khairunas, saat peninjauan progul 100 kerja dicanangkan Camat Sangir Balai Janggo.

Pengerukan sungai untuk pencegahan terjadinya bencana banjir berkelanjutan dan dilaksanakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah  (BPBD), sebagai upaya dari pemerintah Daerah dalam rangka mitigasi bencana alam.Sehingga masyarakat dapat terhindar dari bencana banjir yang kerap berulang kali terjadi. 

“Pengerukan sungai strategis atasi bencana banjir susulan dan jadi langganan masyarakat Nagari Sungai Kunyit,” tuturnya.

Kunjungan kerja di  Kecamatan Sangir Balai Janggo bertujuan untuk meninjau pelaksanaan beberapa program 100 hari kerja dan seluruh kegiatan yang dikerjakan dengan matang oleh Camat setempat.

Termasuk penyediaan posko Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Nagari Sungai Kunyit, pelepasan bibit ikan dan lainnya.

“Apa yang sudah dilakukan Camat SBJ, salah satu bentuk realisasi kinerja yang baik dalam 100 hari kepemimpinan saya bersama Wabup Yulia Efi,” tuturnya.

Camat Sangir Balai Janggo, Muslim mengatakan, pihaknya telah mengupayakan pelaksanaan kerja 100 hari kepemimpinan Bupati Khairunas dan Wabup Yulia Efi. Seperti peninjauan kegiatan normalisasi sungai Pangian, pelepasan 10 ribu bibit ikan, vaksinasi massal di Puskesmas Mercu, pennjauan kegiatan PPKM.

.Selain itu, kita telah menuntaskan pendataan mahasiswa kurang mampu berprestasi di SBJ sebanyak 141 orang, dan pelaksaan car free day setiap minggunya.

“Pelaksanaan vaksinasi masyarakat SBJ sudah terealisasi 4.000 jiwa atau 44,44 persen hingga Selasa (3/3), target 80 persen insyaallah bisa kita capai saat 17 Agustus 2021,” katanya. Adi