Pemerintah Kabupaten Solok Selatan melalui Dinas Kesehatan setempat menetapkan 10 jorong masuk daftar zona merah, ini hasil asesmen situasi covid-19 tingkat jorong di minggu ke 67 terhitung sejak 25 Juli hingga 24 Agustus 2021. 

“Kita perlu waspada dampak penularan wabah pandemi covid-19 antar jorong, sebab itu masyarakat harus patuhi protokol kesehatan covid dan jalani program vaksinasi. Jangan longgar lagi,” harap Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan Novirman, Selasa (3/8/2021).

Data surveilance dan imunisasi di setiap Puskesmas di Solok Selatan menunjukan daerah masuk zonasi merah, yakni jorong Kampung Nan limo, Kecamatan Sungai Pagu dan Jorong Sungai Duo, Nagari Luak Kapau, Kecamatan Pauh Duo.

Jorong Padang Aro dan Jorong Lubuk Gadang, Nagari Lubuk Gadang, Kecamatan Sangir.

Di Kecamatan Sangir Balai Janggo di Nagari Sungai Kunyit yaitu Jorong Sungai Tangah PT KSI, Bukik Batu Jorong Log Batu Sandi dan Jorong Pasar Sungai Sungkai.

Kemudian di Nagari Talunan, Jorong Kurnia Maju dan Jorong Talunan Baru II. Serta Jorong Aur Duri, Nagari Abai, Kecamatan Sangir Batang Hari.

“10 jorong zona ini terdapat di enam nagari dilima Kecamatan di Solsel,” paparnya.

Jumlah jorong di 47 Nagari sebanyak 276 jorong,197 jorong masuk zona hijau, 58 jorong zona kuning dan 13 jorong zona orange dan 10 jorong zona merah. Penetapan zona merah itu jika disatu jorong terdapat banyak kasus terpapar covid-19. Adi

error: Content is protected !!