Kecamatan dan Nagari multi etnis di Kabupaten Solok Selatan, Sumatera Barat, ditunjuk sebagai Kecamatan desa cinta statistik (Kecamatan Desa Cantik) oleh Pemerintah Daerah setempat. 

Bahkan keberadaan kecamatan dan desa cantik ini telah di launching oleh Gubernur Sumbar beberapa bulan lalu.

“Kita tentu saja sangat bersyukur sekali atas program Kecamatan Desa Cantik ini, sebab program pengumpulan data sangat dibutuhkan untuk pemetaan kebijakan pembangunan daerah,” ungkap Camat Sangir Balai Janggo (SBJ), Muslim, Kamis (29/7/2021) di Aula Kantor Camat SBJ.

Pihak Kecamatan SBJ segera menerapkannya bersama tiga dari empat Nagari yang ditunjuk, Yakni Nagari Sungai Kunyit Barat, Nagari Sungai Kunyit dan Nagari Talao Sungai Kunyit.

Program pusat itu dalam penyajian data valid dan akan ditampilkan dalam bentuk grafik, tabel dan lainnya. Dikumpulkan, dikelompokan, dan ditabulasi sehingga didapatkan informasi yang terkait dengan masalah di Kecamatan dan Nagari.

“Kesempatan pertama ini harus kita dimanfaatkan dengan baik. Statistik berkaitan dengan data, data sangat perlu untuk pemetaan arah kebijakan pembangunan,” tutur Camat Inovatif itu.

Dikatakannya, SBJ jangan berhenti pada data dan tabel-tabel saja, namun harus disajikan di Wabsite agar semua orang tahu apa sebetulnya yang dibutuhkan oleh masyarakat untuk mempercepat kesejahteraan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Solok Selatan, Syamsurizal menyebutkan, dalam rangka percepatan penerapan inovasi penyelenggaraan statistik sektoral di Sumbar. 

Maka perlu adanya dukungan program desa cinta statistik (Desa cantik) Nasional yang dicanangkan oleh Pemerintah Pusat melalui Badan Pusat Statistik (BPS) RI di Solsel.
“Desa cantik ini untuk mewujudkan pengelolaan data yang berkualitas dan valid di Kecamatan dan Nagari yang ditunjuk,” jelasnya.

Melalui sosialisasi lintas sektor ini kata Syamsurizal, sebagai sumber pertama data wilayah dan untuk mewujudkan pengelolaan statistik sektoral berbasis wilayah. 

Sasarannya untuk memberdayakan Nagari/Desa sebagai basis data statistik dan Informasi digital.

“Nantinya akan disinkronisasikan data sektoral berbasis wilayah dari sumber pertama di Nagari/Desa tersebut,” paparnya didampingi Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Solok Selatan Abdul Razi dan Perwakilan Polres Solsel serta pihak kenagarian dan jorong. Adi

error: Content is protected !!