Solok, Kopasnews.com — Bupati Kabupaten Solok tidak hanya bercita-cita mengangkat posisi Kabupaten Solok kearah yang lebih baik, akan tetapi berupaya mencapai posisi peringkat di atas rata-rata di Sumatera Barat.

“Sesuai visi kami mambangkik batang tarndam menjadikan Kabupaten Solok terbaik di Sumbar diberbagai sektor pembangunan,” kata Bupati Solok Epyardi Asda, diruangan sidang Paripurna di  DPRD Kabupaten Solok, Senin (26/7/2021).

Dijelaskannya, mulai pengelolaan anggaran berbasis kebutuhan rakyat, meningkatkan infrastruktur yang berkeadilan, meningkatkan perekonomian masyarakat melalui sektor pertanian, UMKM, perdagangan dan pariwisata.

Termasuk meningkatkan pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) yang berkualitas, mewujudkan penyelenggaraan tata kelola pemerintahan yang baik dan bersih, dan meningkatkan tatanan hidup masyarakat berlandaskan adat basandi syara’-syara basandi kitabullah (ABS-SBK).

“Tekad kami indikator pertumbuhan ekonomi, indeks pembangunan manusia, tingkat pengangguran, Gini Ratio, dan pendapatan perkapita Kabupaten Solok harus mengalami peningkatan di tahun 2025,” ungkap mantan anggota DPR RI itu.

Dia tidak menginginkan lagi berada pada peringkat yang rendah seperti data pada tahun 2020. 

Maka melalui Rancanagan Peraturan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) merupakan wadah bagi Kepala Daerah terpilih untuk merealisasikan janji kampanye kepada masyarakat.

Dijelaskan Bupati saat agenda penyampaian nota pengantar Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) tahun 2021-2026.

“Estimasi atau proyeksi kerangka pendanaan pembangunan tahun 2021 sebesar Rp1,2 triliun, butuh dukungan semua pihak,” paparnya. Dit