Tiga kejorongan di Kabupaten Solok Selatan masih ditetapkan sebagai zona merah covid-19, berdasarkan assesment situasi covid-19.

Penetapan zona merah oleh pemerintah terhitung sejak 17-24 juli 2021, sedangkan Kabupaten Solok Selatan masih berada pada zona kuning level 2 atau resiko ringan.

“Kabupaten kita masih zona kuning, sementara tiga jorong di tiga Kenagarian ditetapkan sebagai zona merah atau level 4 situasi covid-19,” ungkap Kepala Dinas Kesehatan Solok Selatan, Novirman, Jumat (24/7/2021).

Ketiga jorong yang masuk zona merah atau level 4 yakni Jorong Alai Sako Nagari Pasir Talang Selatan Kecamatan Sungai Pagu, Jorong Taratak Bukareh Nagari Alam Pauh Duo, Kecamatan Pauh Duo dan Jorong Koto Sai Kunyit PT KSI Nagari Sungai Kunyit, Kecamatan Sangir Balai Janggo.

Syarat penentuan zona merah lebih dari 4 KK kasus covid dari satu jorong dan level 4 penanganannya seperti biasa.Bagi yang isolasi mandiri dipantau tenaga survailen disamping pemberian pengobatan dan vitamin.

“Bagi yang bergejala akan dijemput dan dirawat di RSUD Solok Selatan dan akan ditracking minimal 20 orang yang kontak erat,” tuturnya.

Penetapan tiga jorong sebagai zona merah selama seminggu, dan akan berakhir Sabtu 24 Juli 2021 jika tidak ada peningkatan penambahan wabah pandemi covid-19.
Penanganan yang terinveksi diserahkan ke Nagari, berskala tetap dirawat tidak gejala dipantau tenaga survelen. 

“Kita berharap terjadinya penurunan kasus covid di Solsel, dan kita tetap imbau masyarakat patuhi protokol kesehatan covid,” harapnya.

Pemkab Solok Selatan katanya terus mengupayakan pemberian vaksin kepada masyarakat hal ini dalam memutus mata rantai covid, dan ini sebagai program wajib Pemerintah yang harus dijalani.

Sebab segala urusan dan pengurusan administrasi ke pemerintah hingga ke tingkat Nagari, yang bersangkutan harus menunjukan sertifikat vaksin.

“Intruksi Bupati Solsel pengurusan administrasi di pemerintahan dilayani ketika masyarakat dan ASN menunjukan sertifikat vaksin,” paparnya. 
Dijelasknnya cakupan pelaksanaan vaksinasi covid dari 18 juli 2021, dosis pertama diberikan kepada 15.895 orang dan pemberian dosis kedua sebanyak  3.440 orang. 

“Jadi total cakupan pemberian dosis vaksin sudah mencapai 20.235 dosis,” terang Novirman. Adi