Solok Selatan, Kopasnews.com — Sejumlah daerah di Sumatera Barat sudah melakukan penutupan kawasan objek wisata, aturan ini sejak diberlakukan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dimasa lonjakan pandemi Covid-19. Artinya, saat lebaran Idul Adha kawasan destinasi wisata tanpa pengunjung.

Di Kabupaten Solok Selatan aktivitas objek wisata masih dibuka untuk umum, akan tetapi pengunjungnya sepi dan bisa dihitunh dengan jari walaupun kawasan wisata yang masuk nominasi Anugerah Pesona Indonesia (API) 2021 dibuka di hari libur kerja. Dilokasi pengunjung wajib memperhatikan protokol kesehatan covid-19 dan dijaga oleh pengelola sajak di pintu karcis masuk.

“Dari pagi hingga sore ini, kisaran 30 orang pengunjung yang hadir. Barangkali karena terjadi lonjakan wabah covid-19 di sejumlah kota Kabupaten di Sumbar, bagi pengunjung wajib patuhi protokol kesehatan,” ucap Ketua Kelompok Sadar Wisata (Pikdarwis GBK Yuneldi, Minggu (18/7/2021) di Sangir Balai Janggo.

Ditanya soal kapan wisata alam itu ditutup, Yuneldi menyebutkan belum ada informasi diterima dari Pemkab Solok Selatan melalui Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solsel.

Baik informasi secara lisan maupun secara tertulis, sehingga kawasan wisata GBK ini masih dibuka untuk umum. Akan tetapi pengunjung sangat sepi dan yang datang merupakan warga Kecamatan Sangir Balai Janggo dan Sangir Jujuan.

“Biasanya kalau hari libur kerja, ratusan pengunjung hadir menikmati sensasi Goa Batu Kapal yang unik ini. Sekarang jauh lebih sepi,” terangnya.

Sejak wabah pandemi ini di tahun 2021, kunjungan wisata dari luar negeri atau touris asing tidak ada lagi. Bahkan saat lebaran Idul Fitri lalu, kawasan objek wisata yang populer ini ditutup sesuai surat edaran dari Pemerintah.

Sempat pengunjung datang dari berbagai daerah di Pulau Jawa dan Sumatera. Akan tetapi mereka tidak bisa masuk kawasan, lantaran diberi portal yang tidak bisa kendaraan masuk. 

“Saat ini belum ada intruksi, justru itu kita masih buka. Dan tetap perhatikan protokol kesehatan,” terangnya.

Sementara Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Solok Selatan, Harri Trisna mengatakan, sedang menunggu intruksi dan petunjuk dari Pemerintah Pusat, provinsi dan Bupati Solok Selatan Khairunas.

Jika di Solok Selatan tidak memungkinkan objek wisata dibuka, maka pihak pengelola destinasi wisata tersebut akan disurati dan diberikan informasi dengan cepat secara lisan.

“Besok Senin keputusannya. Ditutup atau dibuka,” terangnya. Adi