Dok : Istimewa

Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Mendikbudristek) Nadiem Makarim mengatakan, Indonesia membutuhkan lebih dari 2,2 juta guru.

Kondisi terkini di seluruh Provinsi di Indonesia, hanya tersedia sekitar 1,3 juta guru Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terdiri dari PNS dan Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja (PPPK).

“Jadi, diseluruh Provinsi di Indonesia terjadi kekurangan guru ASN di sekolah negeri sekitar 900 ribuan,” paparnya, Sabtu (3/7/2021).

Nah, jika diperhitungkan jumlah guru ASN yang pensiun tahun ini, Indonesia membutuhkan lebih dari 1 juta guru.

Oleh karena itu, Pemerintah Pusat membuka perekrutan guru PPPK di tahun 2021 dalam mengatasi kekurangan guru.

“Seleksi guru PPPK diatur dalam Peraturan MenPAN-RB Nomor 28 Tahun 2021. Dukungan alokasi gaji guru PPPK telah dipastikan Kementerian Keuangan melalui dana alokasi umum (DAU),” paparnya.

Bahkan, Kemendagri memastikan anggaran gaji bagi guru PPPK yang terpilih dialokasikan oleh Pemerintah Daerah dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).

Program rekrutmen PPPK tahun ini, sebut Menteri Riset itu, sebagai upaya pemerintah membantu guru honorer yang telah mengabdi di sekolahnya selama bertahun-tahun, dan sudah melewati batas usia persyaratan mendaftar seleksi CPNS. Diberikan peluang di tahun 2021 melalui seleksi PPPK.

“Jika guru honorer itu lulus PPPK 2021, maka tidak perlu menunggu lama diangkat,” sebutnya.

“Begitu lulus PPPK, guru honorer langsung tahap pemberkasan NIP PPPK dan begitu terima SK langsung mendapatkan gaji,” tuturnya.

Selain itu, Dadiem berupaya melakukan peningkatan kapasitas dan kesejahteraan para pendidik menjadi fokus Pemerintah Pusat sebagaimana dilansir di JPNN.com. (***)