Sebanyak 20 orang siswa SMAN 6 Solok Selatan, Sumatera Barat disiapkan sebagai atlet paralayang dan telah mengikuti ujian lisensi PL-1 sebagai syarat bisa tampil di Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) nantinya.

Untuk mendapatkan lisensi PL-1 ini tidaklah mudah, mereka harus lulus persyaratan yang sudah ditentukan oleh Persatuan Gontolle dan Paralayang Indonesia (PGPI).

“Kita berharap seluruh siswa kami yang ikut ujian lisensi Pl-1 paralayang, mereka lolos dengan predikat terbaik. Agar pilot-pilot SMAN 6 Solsel bisa terbang di arena manapun maupun pada skop nasional,” ungkap Kepala SMAN 6 Solok Selatan, Syamsuria, Rabu (30/6/2021).

Diulanginya, jika lolos mendapatkan lisensi bisa terbang kemanapun, baik di arena Sumbar maupun nasional. Tim penguji instruktur nasional telah menguji melalui ujian tertulis, praktek melipat parasit baik parasit utama dan cadangan. 

Dilanjutkan dengan tes terbang di ketinggian sekitar 200 meter di Lubuk Alau, Kecamatan Sangir, Solok Selatan. 
Yang jadi penilaian utama PGPI ini, safety saat take off dan landing. Aman take off dan aman landing. 

“Termasuk uji praktek mengurangi ketinggian, baik formasi S dan formasi 8 memutar. Uji terbang ini masing-masing peserta sebanyak 3 kali dari 20 orang siswa siswa kami ikut lisensi PL-1,” ujarnya.

Penyelenggaraan tersebut bekerjasama dengan KONI dan PASI Solok Selatan yang selalu membina kegiatan ekstra kurikuler siswa di SMAN 6 Solok Selatan. Tujuan tercipta atlet paralayang dari putra asli Solok Selatan.

Sedangkan kegiatan diikuti selama tahun 2021, festival langkisau di Pesisir Selatan pada 12-13 Juni 2021. Menerjunkan perdan 7 pilot dari 94 peserta se Sumbar, Solsel masuk diurutan 31 besar. 

“Dilombakan ketepatan mendarat di titik koordinat yang ditentukan oleh panitia,” paparnya. At