Indonesia akan menjadikan investasi sebagai pendorong utama dalam memacu pertumbuhan ekonomi ke depan, hal ini diungkapkan oleh Mentri Investasi RI, Bahlil Lahadalia saat berkunjung ke Sumatera Barat.

Dia menyebutkan bahwa Pemerintah Pusat mendorong investasi tidak hanya di Jawa tetapi juga di luar Jawa sejak tahun 2020 lalu.


“Pemerintah Pusat menjadikan investasi sebagai bentuk pertumbuhan ekonomi, apalagi saat situasi pandemi covid-19 ini. Meski harus menjadikan patokan investasi di setiap daerah di Indonesia,” ungkap Menteri Investasi, Bahlil Lahadalia, di Padang.

Menurut Bahlil, Pembangunan infrastruktur yang merata sudah dilakukan oleh Pemerintahan Presiden Joko Widodo, untuk memudahkan dan memberikan ketertarikan investor dalam menanamkan modal di luar Jawa termasuk Sumatera.

Dinilainya sebuah peluang yang harus bisa ditangkap oleh daerah untuk meningkatkan perekonomian dan membuka lapangan kerja seluas-luasnya.

“Ini pesan pak Presiden kepada kepala daerah di sejumlah provinsi di Indonesia,” ungkap Menteri Investasi itu.

Sementara Deputi bidang Pengembangan Iklim Penanaman Modal Kementrian Investasi / BKPM, Yuliot mengatakan persoalan yang dihadapi investor diantaranya regulasi yang dikeluarkan sering mengalami tumbang tindih, perizinan, pengadaan tanah, Sumber Daya Manusia (SDM) tenaga kerja yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan industri yang masih kurang.

Untuk Meningkatkan daya saing Indonesia, maka reformasi struktural untuk menyederhanakan peraturan telah dilakukan.

“Terdapat 79 peraturan yang disederhanakan menjadi Undang-undang  Sistem Daya Saing Investasi oleh Pemerintah Pusat,” tuturnya. Atn