Petugas PDAM sedang memperbaiki kebocoran pipa air

Ketua Pimpinan Daerah (PD) Persatuan Perusahaan Air Minum Seluruh Indonesia (PERPAMSI) Sumatera Barat, menyebutkan, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Kabupaten Solok Selatan belum memiliki sistem instalasi pengolahan air yang lengkap dan memadai. 

Saat ini menurut hasil pemantauannya ke PDAM Tirta Seribu Sungai (TSS) itu, bahwa pengolahan air bersih masih berjalan dengan sistem  tradisional. Dan ini menyebabkan perusahaan air minum tidak dapat berkembang dengan cepat.

“Jangan berfikir untung rugi dulu, jika ingin PDAM maju dan berkembang dengan baik. Solusinya benahi sistem instalasi pengolahan air yang lengkap dan memadai, tercapainya ini tentu dibutuhkan dukungan dari Kepala Daerah,” ungkap Ketua PERPAMSI Sumatera Barat Hendra Febrizal, Minggu (20/6/2021)

Dia menyebutkan bahwa air merupakan pelayanan dasar yang wajib dipenuhi Pemerintah Daerah, untuk itu diulanginya lagi jangan berfikir untung dan rugi dulu terhadap PDAM.

Sebab, membenahi modal dan awal yang baik dalam sebuah perubahan perjalanan PDAM menuju perkembangan. Dia menyarankan agar pihak PDAM dan Pemkab Solok Selatan untuk mengusulkan permohonan bantuan ke Kementerian PU untuk peningkatan instalasi pengolahan tersebut.

“Saran kita, Pemkab-PDAM Solsel bersinergi jemput anggaran ke pusat bangun sistem instalasi tersebut,” ujarnya.

Mudahan saja sebutnya, hasil pertemuan Direktur PDAM se Sumbar Jumat kemarin di Solsel, menjadi bahan evaluasi PDAM Solsel dalam membenahi kekurangan di perusahaan air minum itu. Karena wadah PERPAMSI sebagai bentuk sharing informasi dan tolong menolong antar PDAM di Sumbar.

Ketika PDAM lainnya mengalami kendala dalam operasionalnya, PERPAMSI secara bersama-sama memberikan bantuan sesuai dengan kebutuhan.
“Kami siap untuk membantu mendampingi PDAM Solsel, termasuk ke daerah lain dan ini gratis,” papar pria yang juga merupaka  Direktur PDAM Kota Padang itu. 

Wakil Bupati Solok Selatan Yulian Efi, meminta PDAM untuk selalu meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, terutama dalam membenahi ketersediaan air bersih sesuai visi misi kepala daerah, bedah rumah dan sanitasi yang terkait persampahan dan air bersih.

Dia mengakui dalam berbagai kunjungan kelapangan, sering ditemui keluhan masyarakat terkait penyediaan air bersih ini. Salah satu penyebabnya, sistem pengolahan air PDAM yang masih perlu ditingkatkan menurut PERPAMSI Sumbar.
“Perbaikan sistem pengolahan air ini memerlukan anggaran yang besar dan solusinya kita Pemkab-PDAM jemput bola ke pusat,” terangnya. 
Direktur PDAM Tirta Saribu Sungai (TSS) Solsel, Ridwan, menyebutkan sharing informasi PERPAMSI ini menjadi ajang memotivasi dan terus berbenah untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dan perkembangan PDAM. Adi