Wali Nagari Talunan Maju saat mengurus anak suku dalam yang tinggal berpindah-pindah di dalam perkebunan sawit

Sebagai daerah multi ertnis, beragam suku ada di Nagari Talunan Maju, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Solok Selatan, Sumatera Barat.

Mulai dari Suku Minang, Jawa, Batak, nias, dan lainnya, anekaragam suku ini ada dikenagarian lainnya di Kabupaten berjulukan ‘Sarantau Sasurambi’ itu.

Akan tetapi ada satu suku yang dijumpai di Nagari Talunan Maju, dan mengurusnya tidaklah mudah. Seperti suku anak dalam. 

“Tanggung jawab moral berat kami di Nagari Talunan, tidak hanya mengurus masyarakat biasa. Akan tetapi mengurus anak suku dalam, dan di daerah kami ini tempat tinggal mereka yang cocok,” ungkap Wali Nagari Talunan Maju, Suwardi Gindo Kuniang, Sabtu (19/6/2021).

Anak suku dalam ini merupakan penduduk yang unik di daerahnya, selalu berpindah-pindah tempat dan bermalam dalam perkebunan kelapa sawit.

Untuk kebutuhan hidup, mereka berburu binatang buas seperti babai hutan. Babi-babi hutan tersebut mereka jual ke luar Sumbar.

“Penduduk kami ini masuk kategori penduduk tidak tetap, sebab setiap bulannya mereka berpindah-pindah wilayah. Kehidupan mereka di kebun sawit,” ucapnya. 

Pernah ada kejadian yang menjengkelkan penduduk tetap, tanaman di rusak dan buah kelapa mereka kerap habis dicuri dalam satu batang oleh anak suku dalam dan permasalah lainnya antara suku anak dalam dengan masyarakat biasa. 

Ketika ada masalah ini, ini menjadi tugas berat bagi Wali Nagari. Harus menelusuri dan mencari anak suku dalam ke dalam perkebunan kelapa sawit dan mendamaikan mereka dengan masyarakat.

“Kita langsung ambil kebijakan dan menemui anak suku dalam di hutan dan ditangan kebun kelapa sawit. Kita ajak berunding dan diberi nasehat untuk tidak menggangu tanaman dan lingkungan penduduk,” terangnya.

Mengurus masyarakat biasa berbeda dengan cara mengurus masyarakat suku dalam (orang kubu) yang ada di dalam Pemerintahan Nagari Talunan Maju.

Bagaimana menciptakan hidup aman, nyaman dan rukun. Serta anak suku dalam ini bisa menyatu dengan masyarakat Nagari Talunan Maju.

Nah, menurut Suwardi dengan keberadaan anak suku dalam tersebut membawa dampak positif bagi perekonomian masyarakat Talunan seperti menigkat tajamnya daya beli masyarakat di Pasar Talunan. Termasuk dalam mengurangi hama babi hutan di Nagari Talunan Maju, sebab hampir setiap harinya diburu oleh anak suku dalam.

“Sekarang hidup multi etnis ini rukun dan tentram. Bahkan keberadaan anak suku dalam membawa peningkatan ekonomi pedagang di Pasar Talunan,” bebernya. Adi