Mengintip keelokan pesona wisata alam Goa Batu Kapal (GBK) di hamparan perkebunan kelapa sawit di Jorong Ngalau Indah, Nagari Sungai Kunyit Barat, Kecamatan Sangir Balai Janggo, Kabupaten Solok Selatan (Solsel), Provinsi Sumatera Barat, sudah menyita perhatian wisatawan lokal, nasional dan para touris dari manca negara sejak dibuka di tahun 2017 lalu. 

Bahkan disebut-sebut sebagai magnet dan jantungnya wisata alam di Sumatera Barat. Disana tidak sekedar menjual keindahan alam sekitar yang arsi, dan sejuk. Akan tetapi kemegahan dan keunikan jutaan ukiran mahakarya alam dinding-dinding goa, dilangit-langit Goa, mampu membuat para pengunjung terkesima. 

Pemandangan ini terlihat dari pintu masuk hingga kelorong-lorong Goa Batu karang yang menyerupai perahu yang terdampar di daratan. Memiliki beragam corak dan warna warni, begitulah yang penulis rasakan dari hati dan pemandangan yang lazim disekitar goa. Termasuk pengunjung lainnya yang datang ke lokasi Goa Batu Kapal itu.

Wah-wah-wah, rugi kalau tidak pernah datang dan merasakan sensasi Goa Batu Kapal ini. Disana sungguh menghipnotis setiap pengunjung yang datang, sebab di Goa Batu Kapal itu tidak terasa waktu berjam-jam yang telah dihabiskan. Sejam terasa semeneit. Begitulah magnet akrobatik hati dikelabui oleh sentuhan perasaan pengunjung, yang selalu ingin berada dan berkeliling disetiap sisi lorong goa.

Yuk,,,Ke Solok Selatan

Goa tersebut berjarak sekitar 45 KM dari Padang Aro, Pusat Kabupaten Solok Selatan, sekitar 194 KM dari Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar). Membutuhkannwaktu sekitar 5 jam perjalanan dengan kendaraan roda empat atau roda dua dari Kota Padang. Goa itu mulai populer di tahun 2017. 

Nah, pasti pembaca penasaran kan…..!!! Goa menyerupai kapal itu terdapat empat goa, setiap goa pun berbeda sisi keindahannya. Antara Goa satu, dua, tiga dan empat, tidak sekedar menawarkan nilai sensasi yang kharismatik bak rupawan bidadari selayang pandang hadir menjelma. Aurora alam Goa dengan suara lantunan, serta kicauan burung di alam sekitar goa. Apalagi sorak sorai suara walet yang meramaikan suasana dalam goa, ditambah lagi dihadapkan dengan sejuta warna dan sejuta ukiran mahakarya alam di dinding dan langit-langit goa. Begitu memukau penulis yang  mempublikasikan tulisan ini.

Bahkan kemegahan Gunung Kerinci yang menjulang tinggi pun akan terlihat memperindah hamparan alam sekitar Goa di Negeri Kelapa Sawit itu, berjejeran dengan pepohonan yang tertata rapi oleh alam. Terlihat pemukiman penduduk dengan ketinggian 26 meter sekeliling oleh perkebunan. Pemandangan ini penulis jajal dengan kasat mata telanjang ketika  berada di puncak batu karang goa yang menjulang tinggi. Dipuncak goa ini sangat cocok disiang hari untuk mengabadikan momen selfi matahari. 

Dari ketinggian puncak batu karang itu, hembusan angin sepoi-sepoi menembus ke hati pengunjung, pohon-pohon rindang dan pepohonan kelapa sawit pun terlihat menari dari arah kejauhan. Bagaikan lambaian tangan bidadari yang menyapa pengunjung,,,inilah keindahan yang penulis rasakan yang selama ini tersembunyi di Negeri kelapa sawit itu. Termasuk para pecinta wisata alam dari berbagai daerah di Indonesia, dan touris domestik yang datang dari berbagai Negara di Dunia akan terhipnotis oleh GBK ini.

Goa Batu Kapal yang berbentuk perahu karang tersebut memiliki kedalaman 26 meter, menjulang dengan ketinggian 86 meter. Kondisi tubuhnya persis sama menyerupai sebuah kapal yang terdampar di daratan, sehingga di namai Goa Batu Kapal oleh “Muslim,S.Pd” selaku Pemerintah Kecamatan Sangir Balai Janggo. Beliau juga salah seorang mantan Jurnalistik di Kabupaten berjulukan ‘Sarantau Sasurambi’.

Goa ini setelah dibuka, langsung populer di tahun 2017 lalu. Menuju Goa, para pengunjung akan melewati pemandangan perkebunan di kiri dan kanan jalan. Bila sore hari disekitar Gapura bertulisan Goa Batu Kapal, keindahan alam disana akan memadukan sensasi Goa yang eksotis dengan lukisan mahakarya alam. Beragam warna dan coraknya alam sekitar yang kian memandu dengan tampilan warna dan ukiran Goa. 

Sebagai bentuk keindahan yang tersembunyi, masih natural, unik dan mempesona. Tidak dimiliki oleh daerah lainnya di Sumatera Barat, rugi kalau belum datang ke Solok Selatan yang menghadirkan banyak wisata alam di luar Goa Batu Kapal ???

Dilokasi Goa, mata yang melihat dan hati merasakan eksotik goa memancarkan sejuta ukuran mahakarya alam dengan ukuran stalagtit dan stalagmit yang warna warni. Inilah yang memanjakan setiap pengunjung.

Stalagtit atau bebatuan yang menggantung dari langit-langit goa kapur itu, membentuk corak dan varian warna yang indah dipandang mata. Susunan bebatuan itu membentuk ruangan-ruangan yang luas dan bertingkat.

Begitu juga stalagmit atau pembentukan bebatuan secara vertikal yang tumbuh dari bawah ke atas yang terbentuk dari air menetes akan banyak ditemukan di lantai goa.

Inilah daya jual GBK, mulai dari pitu masuk hingga ke ujung goa, poket, android, dan kamera jenis lainnya ditangan wisatawan tidak akan lepas mengabadikan sisi keindahan dan keunikan ukiran Goa.

Penikmat wisata tidak sekedar punya kenangan lewat swafoto dengan latar berjuta akrobatik keunikan ukiran goa yang berwarna warni. 
Di goa itu banyak jenis dan rupawan lukisan alam seperti menyerupai kapal lecil, organ tubuh manusia, seperti seseorang sedang berdoa, bentuk binatang, berbentuk perahu mini, apalagi ada jelmaan cahaya fantastik muncul dari langit-langit dan lorong goa satu. Jika siang datang berkunjung maka sensasi ini akan bisa dinikmati, dan akrobatiknya akan berubah-rubah sesuai perputaran waktu jam dinding.

Sejak awal ditinjau Camat Muslim sebagai pemergati GBK, kemudian dikembangkan oleh Kelompok Sadar Wisata (Pikdarwis) GBK yang diketua Yuneldi. Disana kegiatan pemerintahan sering dilaksanakan di Goa mahakarya alam ini sebagai bentuk dukungan untuk pengembangan dan promosi wisata ke luar daerah. Termasuk kegiatan jambore, pelaksanaan Hari Ulang Tahun (HUT) RI, lomba-lomba, rapat-rapat, dan lainnya. 

Ini menandakan, GBK sudah menjadi tujuan utama bagi Pemerintah Kabupaten Solok Selatan mempromosikankan, sehingga kunjungan wisatawan lokal, nasional, dan manca negara terus berdatangan dan sempat ditutup ketika kasus Pandemi Virus Corona (Covid-19) melonjak tajam di Solok Selatan yang menyebabkan zona aman dari wabah berubah. 

Sejak dipromosikan, Touris asing dari berbagai negara kerap berkunjung dan meneliti Goa. Tersohor karena ukiran dan lukisan alam yang berwarna warni di setiap dinding, lorong, hingga dilangit-langit goa dengan ciri khas itu memukau setiap insan yang datang. Inilah sensasi wisata alam GBK ini yang dapat memanjakan hati setiap pengunjung untuk selalu bertemu dan melepaskan rasa rindu bersama GBK.

Selfi matahari

Dari keterangan Yuneldi sebagai Pengelola Goa Batu Kapal, dari empat goa berukuran besar di Nga tiga goa dinyatakan aman dikunjungi dan akan dibantu para pemandu yang sudah disiapkan untuk melayani wisatawan.

Tiga goa ini memiliki keunikan dan keindahan tersendiri yang dapat diabadikan, dan wisatawan boleh berpose sepuasnya disana. Di goa batu karang yang menjulang tinggi menerupai perahu yang terdampak di daratan. 

Setiap sisi Goa akan berbeda pemandangannya, bahkan tidak akan diperoleh hasil jepretan kamera yang sama walaupun lokasinya di situ juga.

Memasuki pintu Goa satu, pengunjung akan langsung takjub dengan susunan batu stalagtit dan stalagmit yang memancarkan warna-warni begitu indah.

Di Goa dua dan tiga, akan ditemui sungai kecil pada bagian lantai goa, dan pada dinding dan atap benar-benar membuat terpukau akan warna-warni yang memancar saat sinar matahari masuk lewat lubang di langit-langit goa.

Air yang tergenang dibagian bawa Goa memancarkan warna yang beragam, akan terlihat kilauannya ketika cahaya masuk ke Goa. 

Bukan sekedar pesona alam saja, yuk simak sensasi lainnya.di puncak goa akan lebih menawan lagi sensasi Selfi matahari. 

Keindahan alam Kecamatan Sangir Balai Janggo akan terlihat jelas dari ketinggian 26 meter, kondisi daerah yang dikelilingi kelapasa sawit terlihat melengkung bulat seperti kali. Pemandangan ini akan lebih indah Dipundak Goa empat, berjarak sekitar 500 meter dari Goa satu, dua dan tiga. 

Sekilas mata memandang di goa empat terlihat berdiri menjulang langit, dan menyungguhkan sensasi selfi mata hari. Goa satu, dua dan tiga menjual sensasi keunikan ukiran mahakarya alam.

Sedangkan sajian Goa empat berdiri diatas candi-candi kuno seperti di Pulau Jawa. Rugi kalau tidak pernah berkunjung ke Goa Batu Kapal Solok Selatan ini….

Di Kabupaten Solok Selatan sendiri ada kampung adat terpopuler di Indonesia yang lebih dikenal dengan nama Kawasan Saribu Rumah Gadang (SRG) di Kecamatan Sungai Pagu, rumah adat terpanjang di dunia atau rumah panjang di Kecamatan Sangir Batang Hari, pemandian air pana Hot Water Boom (HWB), air terjun kembang, air terjun tangsi ampek dan banyak jenis wisata alam, budaya, sejarah dan wisata buatan.

Penulis      : ARDITONO, S.Pd/Jurnalis