Menteri Sosial Republik Indonesia (RI), Tri Rismaharini menangis disaat akan menyalurkan bantuan sosial bagi keluarga korban tambang emas longsor di Solok Selatan. 

Sebab banyak anak-anak yang harus kehilangan ayahnya jelang lebaran Idul Fitri 1442 hijariyah, duka mereka duka Pemerintah juga.

“Pak Presiden Joko Widodo berpesan agar keluarga korban tambang emas di Solsel untuk tetap tabah dan sabar. Presiden turut berduka dan menyampaikan permintaan maaf karena belaiu tidak bisa hadir menyapa Ibu-ibu keluarga korban hari ini” ujar Menteri Sosial RI Tri Rismaharini kepada belasan keluarga korban tambang emas di ruangan Tangsi Ampek Kantor Bupati Solsel, Rabu (12/5/2021).

Bagi keluarga korban meninggal dunia, Mentri Sosial RI didampingi Bupati dan Wabup Solsel Khairunas-Yulian Efi dan Ketua DPRD Solsel Zigo Rolanda, menyerahkan uang duka sebesar Rp15 juta untuk satu KK, dan Rp5 juga bagi korban yang luka-luka dan patah. 
Termasuk sembako dan kebutuhan asupan gizi balita keluarga korban yang meninggal dunia dan luka-luka tersebut.

“Mudahan bantuan yang saya serahkan ini semoga dapat dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya. Saya dan pak Presiden turut berlangsungkawa atas musibah ini,” ujar mantan Wali Kota Surabaya itu.


Semalam dari cerita Mentri Risma bagaimana dia bisa sampai ke Solsel, dan baru bertemu dengan keluarga korban tambang emas di Solok Selatan.
Dengan tujuan bersilaturahmi jelang Idul Fitri dan menyampaikan salam dari presiden kepada keluarga korban. 

Pemkab Solsel serahkan cenderamata kepada Mensos RI Risma didampingi Ketua DPRD Solsel

Berangkat tidak harus merepotkan Pemkab Solsel di hari terakhir puasa ramadhan dan malamnya ia harus tiba di Jakarta. 

Para ibu-ibu dimintanya tabah dan kuat untuk melanjutkan kehidupan. Tidak ada yang tidak mungkin, jika kuat dan berusaha meskipun suaminya sudah tiada atas musibah tertimbun longsor tambang emas.

“Saya mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1442 hijriyah, maafkan saya jika ada kata salah dan khilaf,” tuturnya jelang terbang ke Jakarta.  


Silvia Ramanda,19 tahun, anak dari Siman korban tambang emas yang terakhir kalinya di temukan oleh tim gabungan BPBD, TNI-Polri dan Pemerintah Kecamatan Sangir Batang Hari.


“Kami berterima kasih kepada Bu Mentri Risma, kami akan berusaha tabah dan kuat,” ujar wanita asal Sampu itu. Adi

Foto bersama keluarga korban tambang emas deng menteri Risma dan Bupati Solsel