Padang Aro, Kopasnews.com — Persatuan Wartawan Indonsia (PWI) Solok Selatan mengkonfirmasi, bahwa awak media di daerah Sarantau Sasurambi itu bakal menjalani vaksinasi Covid-19 tahap kedua termin kedua pada akhir Maret 2021.

Bukan hanya saja ke anggotaan PWI saja, akan tetapi rekan-rekan yang tergabung pada organisasi kewartawanan lainnya atau non PWI. 

“Ada sebanyak 35 awak media di Solsel yang akan menerima suntik vaksin sinovac, jadwalnya minggu terakhir Maret bulan ini,” kata Ketua PWI Solok Selatan, Hendrivon, Senin (22/3/2021).

Dia menjelaskan, secara kelembagaan, baik PWI maupun non PWI lainnya di Solok Selatan sangat mendukung sepenuhnya program pemerintah dalam pelaksanaan vaksinasi Covid-19 ini, guna memutus mata rantai penyebaran wabah pandemi corona di Solsel. 

Oleh sebab itu, pentingnya awak media segera mendapatkan vaksinasi covid. Karena awak media bersentuhan dengan publik, tidak sekedar kalangan pejabat, aparat dan masyarakat saja. 

Tetapi di Solsel sendiri juga berkomunikasi dengan anak suku dalam yang sewaktu-waktu ditemui, maka pentingnya peningkatan daya tahan tubuh insan pers tersebut. 

“Kekebalan tubuh wartawan penting ditingkatkan melalui vaksinasi, agar awak media yang banyak berintekrasi dengan publik. Aman dari serangan covid-19,” jelasnya. 

Ketua PWI Solok Selatan tersebut menegaskan, ia akan menjadi jurnalis pertama untuk dilakukan vaksin di Solsel.

Menurutnya, vaksinasi ini merupakan satu solusi untuk penanganan dan penyelesaian wabah Covid-19. Untuk itu, jurnalis sebagai garda terdepan dalam penginformasian dan pengawasan protokol kesehatan wajib menjalani vaksin. 

“Kita wajib divaksin dan saya awak media pertama akan disuntik nantinya,” tuturnya. 

Diki Lesmana, Wartawan TVRI Sumbar perwakilan Solsel menambahakan, rencana sebelumnya, awak media akan menerima vaksin tahap tiga. 

Namun dengan beredarnya informasi hoax ditengah-tengah masyarakat, terkait hal itu tidak perlu takut dan kuatir serta berpikiran macam-macam. Maka awak media meski menjadi corong dalam menepis keraguan publik soal vaksin aman. 

“Sejauh ini, tidak ditemukan masalah dalam pemberian vaksinasi selama kami awak media mengawasi pemberian vaksin tersebut,” paparnya. 

Wartawan Top Satu, Rifky Wahyudi juga memaparkan, secara medis, vaksinasi Covid-19 tersebut telah dinyatakan aman dan mendapat izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan. 

Serta untuk kehalalanya juga telah diserfikasi oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI). Dan ini salah satu upaya pemerintah dalam menyelamatkan masyarakat Indosnesia dari penyebaran virus Covid-19.

“Kita berharap masyarakat meskipun vaksin covid sudah ada, namun penting juga menjaga dan menjalankan protokol kesehatan, guna mengantisipasi penyebaran corona secara meluas,” tuturnya. Adi